Teknik Mesin UMY Gelar Forum Diskusi Prodi Teknik Mesin Se – DIY

September 9, 2014 oleh : BHP UMY
_MG_3397

Prodi Teknik Mesin UMY Menjadi Tuan Rumah Pelaksanaan Forkom Teknik Mesin Se-DIY

Untuk membangun hubungan yang baik dengan Prodi Teknik Mesin se-DIY maka Prodi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan acara silaturahim dan membahas program-program untuk membantu peningkatan akreditasi Prodi Teknik Mesin se-DIY. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat (5/9) di Fakultas Teknik UMY.

Forum Komunikasi Prodi Teknik Mesin Kopertis Wilayah V Yogyakarta (FKTM-V) merupakan suatau wadah untuk mengumpulkan dosen-dosen Teknik Mesin di Yogyakarta khususnya untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Yogyakarta. Kegiatan ini juga dijadikan ajang diskusi untuk dosen agar bisa lebih mengembangkan ilmunya tentang tentang teknik mesin. Forum ini sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 90-an, forum diskusi ini dilaksanakan setiap 3 bulan sekali.

“Forum atau anggota disini memang diutamakan untuk PTS yang ada di Jogja saja, sebab kami ingin menyetarakan strategi antar Prodi Teknik Mesin di Yogyakarta,” jelas Drs. Khairul Muhajir, MT selaku Ketua dari FKTM-V.

FKTM-V terdiri dari 13 jurusan TM dari 10 institusi yang memiliki Prodi Teknik Mesin untuk D3 dan S1. Dalam kegiatan kali ini dihadiri dosen PTS di Yogyakarta, antara lain UII (Universitas Islam Indonesia), STTA (Sekolah Tinggi Teknik Adjisucipto), STTNAS (Sekolah Tinggi Teknologi Nasional), ISTA (Institut Sains dan Teknologi Akprind), Universitas Janabadra, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Sanata Dharma, dan Akademi Teknik Piri.

Dalam forum tersebut, FKTM-V telah menyusun program antara lain yaitu pembuatan jurnal, training, dan pemetaan. Kegiatan tersebut merupakan program besar mereka untuk mengembangkan Prodi Teknik Mesin di Yogyakarta. Persiapan untuk pelaksanaan pembuatan jurnal dirasa sangat penting sebab sampai saat ini Prodi Teknik Mesin belum pernah membuat jurnal padahal jurnal berfungsi untuk meningkatkan penilaian akreditasi Prodi baik ditingkat nasional maupun internasional.

Drs. Khairul Muhajir, MT juga menjelaskan bahwa ada hambatan dalam menerbitkan jurnal karena biaya produksi untuk mencetak jurnal itu sangat mahal. ” Kami sepakat untuk membuat e-journal dan untuk mengawali pembuatan jurnal. Anggota forum pun sepakat akan membuat seminar yang berkaitan tentang isu-isu yang berkaitan dengan masalah pada Teknik Mesin,” imbuhnya. Nantinya akan ada diskusi rutin, sehingga dalam diskusi tersebut setiap orang yang mengikuti seminar wajib membawa isu atau masalah untuk didiskusikan, diteliti dan akhirnya menjadi jurnal bersama.

Sedangkan untuk kegiatan pemetaan, maka setiap anggota tetap dalam forum tersebut akan memetakan setiap anggotanya untuk bisa dikelompokkan menjadi beberapa konsentrasi berdasarkan bidang yang digeluti atau dipahami. Nantinya pemetaan tersebut akan menghasilkan daftar pengelompokan masing-masing anggota sesuai dengan bidang yang dikuasainya.

Diakhir acara Novi Caroko, S.T., M.Eng mengungkapkan rasa bangganya kepada para anggota forum diskusi yang meluangkan waktunya untuk menyempatkan hadir dalam diskusi ini, beliau berharap forum diskusi ini akan menghasilkan program-program untuk kemajuan Prodi Teknik Mesin se-DIY.