Masyarakat Belum Implementasikan Nilai Budaya Bangsa dengan Baik

Mei 24, 2016 oleh : BHP UMY

Nasihin

Implementasi nilai-nilai warisan budaya bangsa yang tercermin dalam dasar negara Pancasila masih menjadi permasalahan. Di tengah gempuran budaya dari luar yang sangat beragam, nilai-nilai Pancasila belum diimplementasikan dengan baik oleh masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Nasihin Masa, Pemimpin Redaksi Republika dalam sesi paralel Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) dengan tema “Budaya Berkemajuan: Revitalisasi Karakter: Aktualisasi Agama dan Pancasila dalam Identitas Keindonesiaan” yang bertempat di Ruang Sidang Gedung Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa pagi (24/5).

“Problem mengimplementasikan nilai warisan budaya bangsa pada kehidupan modern di tengah gencarnya beragam nilai-nilai dari luar. Kenapa sangat penting, karena sebenarnya setelah merdeka masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang bagus, karena adanya tatanan baru maka nilai-nilai budaya bangsa belum terimplementasikan dengan baik,” tutur Nasihin.

Selanjutnya, Nasihin menekankan pentingnya daya saing bangsa untuk membentuk budaya berkemajuan. Ia menyatakan daya saing bangsa dapat dibangun dengan saling membangun rasa percaya dari diri sendiri hingga peran penting pemerintah pusat. “Untuk menumbuhkan daya saing masyarakat perlu saling membangun saling rasa percaya, dimulai kita bekerjasama, pada hakikatnya masyarakat kita sudah punya budaya gotong royong. Selain itu dibutuhkan rasa keterbukaan, kritis, toleran, dan kesetaraan yang nantinya membangun nilai baru sambil memperkuat pemerintahan yang kuat yang terpusat, ini adalah tantangan bagi negara kepulauan seperti Indonesia,” tambahnya.

Nasihin menambahkan melalui acara konvensi ini nilai-nilai warisan budaya bangsa itu dapat dibentuk. Ia juga menyatakan bahwa konvensi ini adalah salah satu langkah besar Muhammadiyah bagi negara Indonesia. “Konvensi ini bagi Muhammadiyah adalah langkah besar dengan visi mewujudkan Indonesia yang berkemajuan, dulu Muhammadiyah telah sukses dengan visi surat Al-Maun dan TBC (red: Takhayul, Bidah, Kurofat),” tutu Nasihin Masa.