UMY Pulangkan 19 Mahasiswa dari Thailand

Maret 25, 2020 oleh : BHP UMY

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memulangkan 19 mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Thailand. Secara bertahap, seluruh mahasiswa itu tiba di Tanah Air mulai dari 20, 21 dan 24 Maret. Setibanya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), UMY langsung memberlakukan protokol khusus yang ketat dari Tim Satgas Mitigasi Covid-19 UMY ke seluruh mahasiswa yang baru saja tiba.

Melaui pesan singkat, Kepala Kantor Urusan Internasional Yordan Gunawan menjelaskan bahwa kepulangan seluruh mahasiswa dari Thailand itu karena telah menyelesaikan programnya serta ada kampus yang meminta secara resmi agar UMY menarik kembali mahasiswanya. Mahasiswa UMY yang berkuliah di Thailan tersebar di tiga perguruan tinggi, yaitu Khon Kaen University berlokasi di Khon Kaen District, Thammasat University berlokasi di Bangkok dan Maejo University berlokasi di Chiang Mai.

“Memang ada yang sudah selesai programnya, tapi juga ada yang memang diminta kembali secara resmi melalui surat oleh kampus setempat karena wabah Corona sendiri. Tetapi tentu dengan mempertimbangkan banyak hal termasuk pola transfer kredit yang di dapat oleh mahasiswa untuk tetap dilanjutkan dengan sistem pembelajaran daring (online),” ujarnya melalui pesan singkat yang diterima oleh Biro Humas dan Protokol UMY, Selasa (24/3).

Ia juga menjelaskan bahwa UMY memiliki prosedur khusus, yang semua didasarkan pada protokol yang sudah ditentukan oleh Rektor UMY melalui Tim satgas Mitigasi Covid-19 UMY. Semua mahasiswa yang akan pulang ke Indonesia, wajib berkoordinasi dengan Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional serta kembali terlebih dahulu ke UMY.
Mereka dijemput dengan protokol ketat oleh tim Lembaga Kerja Sama UMY yang memang sudah dicek kesehatannya oleh Tim Medis UMY, termasuk pengendara mobil kampus juga wajib menggunakan baju khusus, sarung tangan, masker dan handsanitizer.

“Mahasiswa menjalani tes kesehatan oleh tim dokter yang ditunjuk lalu disemprot cairan desinfektan, serta pendampingan awal mengenai tahap selanjutnya yaitu karantina. Para mahasiswa UMY tersebut wajib menjalani isolasi ketat selama 14 hari dengan fasilitas dari UMY (walaupun hasil cek menyatakan sehat), dan dipantau setiap hari kondisinya,” Imbuh Yordan.

Dosen Fakultas Hukum UMY itu juga menegaskan bahwa selama masa karantina dilaksanakan, UMY menjamin segala kebutuhan yang diperlukan bagi kesembilan belas mahasiswa tersebut. Seperti makan tiga kali sehari dan kebutuhan antseptik. Hal ini dilakukan agar para orang tua dan wali dari mahasiswa yang baru saja pulang tidak khawatir dengan keadaan anak-anaknya.

“Karena UMY telah diamanahi oleh para orang tua untuk mendidik dan menjaga para mahasiswa, tentu saja UMY bertanggung jawab dengan semua aktifitas mahasiswanya. Apalagi pertukaran mahasiswa ini kan perogram resmi, sehingga UMY dengan protokol yang sudah ada menentukan bahwa seluruh civitas akademika UMY yang pulang dari luar negeri, wajib dicek kesehatannya. Kita tidak pernah tau apakah mereka terpapar virus atau tidak, karena bisa saja mereka malahan menjadi asymptomatic carrier alias pembawa Covid-19 sendiri. Tapi karena pertahanan tubuhnya kuat, kadang tidak terdeteksi,” tegas Yordan.

Saat ini UMY juga memiliki mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Spanyol, Malaysia, Filipina, Turki dan Taiwan. Menanggapi hal ini, UMY terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di masing-masing negara dan juga menjalin komunikasi dengan setiap kampus tempat mahasiswa itu belajar. UMY juga menjamin segala kebutuhan mahasiswanya yang berada di luar negeri akan selalu terpenuhi.(ak)