Pebisnis Muda Harus Pintar Cari Peluang Dan Konsisten

April 30, 2019 oleh : BHP UMY

Menjadi seorang pengusaha muda membutuhkan persiapan yang cukup agar target yang sudah disusun sejak awal dapat terpenuhi. Mengamati hal tersebut, program Studi D3 Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan acara seminar tahunan yang bertemakan tentang ‘Berani Menjadi Creativepreneur Muda’ di Gedung Ibrahim Lantai 5 Kampus Terpadu UMY, Selasa (30/4). Seminar ini dimaksudkan agar membangun motivasi mahasiswa yang juga memiliki usaha di bidang lainnya.

Seorang pebisnis muda yang sukses bernama Sarah Salsabila Keihl hadir sebagai pembicara dalam seminar bisnis ini. Sarah merupakan wanita muda sukses kelahiran Jember yang menjadi CEO 6 Branch Restaurant yang tersebar di Malang, Surabaya, Bali, dan Jakarta. Dalam presentasinya, dia menjelaskan bagaimana jatuh bangunnya ia merintis usahanya sejak pertama kali masuk dunia perkuliahan. Tapi diakui Keihl usahanya itu sama sekali tak menganggu pendidikannya, hingga berhasil menyelesaikan studi S1 Hubungan Internasional Universitas Brawijaya Malang pada November 2018.

Menurutnya dalam menanggapi era disruptif seperti saat ini, sebagai pengusaha muda harus mampu melihat, mengamati, dan mencari setiap peluang yang ada untuk memulai bisnis. “Untuk menanggapi tuntutan teknologi, kita harus melihat peluang, banyak sekali usaha yang bisa digeluti namun kita harus pintar melihat peluang usaha di mana yang memang sedang booming, atau mencari produk yang memang value-nya tinggi,” ujar Sarah di depan audiens.

Namun demikian ketika berbicara tentang mahasiswa yang merintis usaha sambil kuliah, mereka harus pintar mengatur jadwal sehingga keduanya dapat berjalan beriringan. Sebagaimana yang dihadapi Sarah ketika masih duduk di bangku kuliah, dia memberikan tips untuk dapat menjalankan dua kegiatan tersebut secara seimbang.

“Saya waktu pertama kali usaha masih maba dan jadwal kuliahnya masih full, tapi saya bisa menjalankan keduanya. Jadi intinya kia harus pintar-pintar untuk mengatur waktu, nah yang paling krusial adalah mengorbankan jam tidur, karena manajemen waktu yang baik itu memang susah. Siasat saya adalah mengorbankan jam tidur. Perlu juga adanya mengatur diri sendiri untuk dapat terus konsisten melakukan apa yang kita kerjakan secara rutin, kita tak boleh berdiam diri saja jika peluang tak ingin diambil oleh orang lain,” paparnya.

Barbara Gunawan, SE., M.Si., AK., CA yang merupakan Kepala Prodi D3 Akuntansi berpesan agar seminar ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa yang khususnya mulai merintis usaha. “Basic Sarah Salsabila Keihl sangat cocok dengan generasi milenial saat ini, karena usaha yang dilakukannya menyentuh kaum muda. Dia memanfaatkan sosial media untuk kepentingan bisnisnya hingga dia menjadi pebisnis muda yang sukses. Dia salah satu wanita muda yang kreatif, kelak akan menginspirasi mahasiswa UMY yang hadir pada acara seminar ini, termasuk kami para dosen bisa belajar darinya,” tutupnya. (Hbb)