KKN  044 UMY Adakan Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga

Februari 29, 2020 oleh : BHP UMY

Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat serta dimanfaatkan sebagai pemenuhan kebutuhan obat-obatan herbal keluarga. Tanaman obat keluarga (TOGA) memiliki berbagai jenis tanaman obat yang banyak manfaatnya. Di Dusun Sibolong, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo tanaman toga tersebut tersebar melimpah akan tetapi jarang dimanfaatkan.

Oleh karena itu, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 044 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang diampu oleh Iswanto S.T., M.Eng menggelar penyuluhan pemanfaatan toga sebagai obat herbal bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat yang diadakan pada hari Rabu (15/2) di Masjid Al-Hidayah Dusun Sibolong,Girimulyo,Kulon Progo. Penyuluhan ini disampaikan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Girimulyo II dan sebanyak 34 masyarakat Dusun Sibolong hadir selama acara berlangsung. Selain menjelaskan tentang manfaat toga, penyuluh juga memberikan cara pengolahan tanaman toga agar bisa dikonsumsi.

Pasha, Ketua KKN 044 UMY mengatakan bahwa diadakanya penyuluhan tanaman obat keluarga bermula dari masyarakat Sibolong yang mengetahui bahwa di tempatnya tersebar banyak tanaman toga. Akan tetapi belum ada pemanfaatan dari masyarakat. “Beberapa tanaman obat yang tersedia, antara lain adalah kunyit, temulawak, jahe, lengkuas, lempuyang (emprit, gajah, wangi) kencur, kapulaga, temu kunci, temu putih, temu ireng, pegagan, sambiloto, cabe jawa, dan kumis kucing. Maka kemudian kami mengumpulkan tanaman itu agar masyarakat dapat memanfaatkan secara maksimal. Itu kenapa kami mengambil tema tanaman obat keluarga atau toga agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” paparnya.

Selanjutnya, Pasha juga menjelaskan bahwa untuk output dari program ini bersama ibu- ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) adalah babat alas lahan untuk bisa ditanami beberapa jenis tanaman obat.”Dengan adanya lahan ini selain memanfaatkan toga menjadi obat juga mampu memanfaatkan dan menjualnya untuk menambah penghasilan masyarakat Dusun Sibolong melalui KWT Risqi Makmur. Untuk aktifitasnya, setiap hari Selasa dan Jumat KWT memiliki program pembuatan taman obat keluarga dimana tanaman-tanaman yang ada dikumpulkan di lahan lalu dibuat taman sebagus mungkin. Dan lahan tersebut  berlokasi tepat di sebelah gunung Lanang,” tutupnya.(Sofia)