Universitas Sam Ratulangi Manado, Peserta Terjauh KRI 2018

Juli 10, 2018 oleh : BHP UMY

Pendaftaran Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018 sudah dibuka sejak pukul 10.00 WIB. Para peserta mulai berdatangan ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Lomba yang diadakan tiap satu tahun sekali ini memang sudah menjadi ajang ternama bagi universitas di seluruh Indonesia. Peserta KRI tahun ini mencapai 91 tim dari 43 Universitas di seluruh Indonesia. Termasuk salah satunya yaitu Universitas Sam Ratulangi, yang menjadi peserta terjauh dari Indonesia bagian Timur.

Wulan, salah satu peserta lomba mengatakan timnya berangkat dari Manado pada Senin (8/7) pukul 12.00 WIB menggunakan pesawat. Bersama dengan 18 temannya dan 3 dosen pembimbing Wulan tiba di bandara Adi Sucipto pada pukul 19.00 dan dijemput oleh panitia dari UMY kemudian diantar ke Unires menggunakan bis kampus.

Universitas Sam Ratulangi sendiri pada KRI tahun ini mengirimkan tiga tim yaitu KRSTI, KRSBI Beroda, dan KRAI. Yang sebelumnya pada perlombaan tingkat regional 2, Universitas Sam Ratulangi mendapatkan juara pada kategori KRSBI Beroda, kategori KRSTI peringkat 4 dan kategori KRAI peringkat 8.

Persiapan yang dilakukan untuk mengikuti perlombaan ini sudah dipersiapkan dari satu tahun yang lalu. Persiapan yang dilakukan dengan mempersiapkan diri sendiri dengan menjaga kesehatan, membuat robot, dan giat dalam melakukan simulasi robot.

Menjadi peserta terjauh di perlombaan tahun ini menjadikan Wulan dan teman-temannya berusaha lebih lebih keras untuk bisa membawa juara dan mengharumkan nama universitas. “Saya dan teman-teman tentu harus berusaha sebaik mungkin agar bisa membawa nama baik universitas kami di lomba nasional ini. Dan di tahun ini merupakan tahun pertama tim kami dengan mengikuti kategori lebih dari satu. Karena di tahun-tahun sebelumnya kami cuma ikut di satu kategori,” ungkapnya.

Melalui lomba KRI ini juga menjadi pengalaman yang berkesan bagi Wulan dan teman-temannya. Karena ini merupakan pertama kalinya Wulan dan teman-temannya berkunjung ke kota Yogyakarta. “Saya sendiri merasa senang sekali bisa mengikuti lomba ini karena selain mendapatkan pengalaman dan mendapatkan ilmu lebih banyak. Ini juga merupakan pengalaman pertama bagi saya bisa datang ke Yogyakarta,” imbuhnya. (ns)