UKM Musik UMY Isi Ngabuburit dengan Bermusik dan Beramal

Agustus 30, 2010 oleh : BHP UMY

Ngabuburit merupakan waktu yang ditunggu-tunggu menjelang buka puasa. Banyak orang menghabiskan waktu menunggu buka puasa tersebut hanya dengan sekedar jalan-jalan dan mencari hiburan semata. Berbeda dengan cara ngabuburit biasanya, para anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Musik (UKM Musik) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan ngabuburit dengan bermusik dan beramal.

Hal tersebut diungkapkan oleh kordinator Bhakti Sosial Mahasiswa Rantau dan Ngabuburit bareng Artis Lokal UKM Musik UMY Agung Surya Pranoto di sela- sela persiapan acara ngabuburit di Gerbang depan Kampus Terpadu UMY yang akan berlangsung pada pukul 15.00 WIB-18.00 WIB, Kamis (26/8).

Agung mengungkapkan bahwa ngabuburit ini akan diisi pertunjukan musik oleh beberapa band lokal Jogja yakni  Orkes Sakit Jiwa dan Dream Society yang notabene adalah band asal UKM Musik yang sudah mengeluarkan album kompilasi bersama ‘The Journey” beberapa bulan yang lalu. Selain kedua band tersebut ada juga Rebellion Rose, Havinhell, Foxy, dan Desperados yang sudah cukup terkenal di kalangan musik lokal Jogja. “ Konsepnya full band bukan akustik, biar lebih meriah saja,”urai mahasiwa jurusan Akuntansi ini.

Selain pertunjukan musik yang mengasah kreatifitas dan kemahiran dalam bermusik, dalam acara ini juga akan ada buka gratis bagi siapa saja yang berada di arena pertunjukan tersebut. Menurut Agung dana acara ini berasal dari swadaya UKM juga di bantu oleh kampus. “ini juga sebagai momen bagi kami untuk berbagi dengan teman-teman  sesama mahasiswa khususnya mahasiswa rantau yang jauh dari keluarga,”urainya.

Sejak pagi hari hingga di sela-sela pertunjukan tersebut akan ada penggalangan dana. Para anggota UKM akan down to earth di sekeliling tempat ngabuburit maupun di seluruh penjuru kampus untuk melakukan pengumpulan dana yang akan disumbangkan ke beberapa panti asuhan di Wates. “Sehingga efek ngabuburitnya bukan hanya dirasakan sendiri namun dirasakan orang lain yang membutuhkan,”imbuhnya.

Untuk acara penyerahan dananya sendiri akan dilaksanakan pada Minggu (29/8) bekerja sama dengan outsider Jogjakarta yakni Komunitas penggemar Superman Is Dead (S.I.D) yang notabene adalah mereka yang mengklaim diri sebagai anak punk. Menurut Agung selama ini masyarakat sering memandang sebelah mata komunitas punk tersebut karena dianggap sebagai anak-anak urakan dengan kehidupan yang tidak jelas. Bahkan tak sedikit yang menganggap mereka sebagai sampah masyarakat.

Menurut Agung, melalui bakti sosial ini mereka ingin membuktikan bahwa anak punk tidak seburuk yang dibayangkn masyarakat selama ini. “Mereka juga memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama dibuktikan dengan bakti sosial ini,”tandasnya.