Rektor UMY: Indonesia Butuh Pemimpin Berwawasan Global

April 11, 2014 oleh : BHP UMY

rektor umyUntuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan ekonomi yang kuat, kita butuh pemimpin yang berwawasan global. Pemimpin yang dapat melihat peluang dan tantangan kedepan, sehingga dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik, lebih sejahtera, lebih mandiri dan mampu bersaing secara global.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor UMY Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A, dalam sambutannya diacara Seminar Nasional dan Fokus Group Discussion (FGD) dengan tema “Menggagas Format Kepemimpinan Yang Ideal Bagi Indonesia Dalam Rangka Menghadapi Tantangan Global”. Seminar Nasional yang digagas oleh Ikatan Keluarga Alumni UMY ini berlangsung digedung AR. Fachruddin A UMY, Jum’at (21/3).

Prof. Bambang mengatakan, tema kepemimpinan sangat perlu dibahas secara mendalam. Terlebih lagi berdekatan dengan pemilihan pemimpin untuk menentukan nasib Indonesia 5 tahun mendatang. “2014 ini kita menentukan nasib Indonesia 5 tahun mendatang, 2015 kita bersiap bersaing secara global dengan adanya komunitas Asean. Untuk itulah, kita butuh pemimpin yang berwawasan luas, tegas dan bermartabat,” kata Rektor UMY ini.

Senada dengan itu, Laksmana TNI Surya Wiranto, SH, MH mengatakan, Indonesia krisis pemimpin yang tegas. Oleh sebab itu, karakter pemimpin yang tegas harus dibentuk dari dini. “dulu karena tegasnya seorang pemimpin, tidak ada yang bisa menghina pemimpin. Tapi sekarang, pemimpin Indonesia bahkan bisa dihina dan disetarakan dengan hewan. Untuk itulah sikap ketegasan, kejujuran, berani menerima kritikan dan memberikan solusi, perlu ditumbuhkan dari pemuda saat ini,” ungkap Asdep Hukum Internasional Kemenko Polhukam RI ini.

Surya juga menyinggung tentang demokrasi Indonesia yang lewat batas. Menurutnya, demokrasi harus ditegakkan dengan rasa tanggungjawab, saling menghargai, melihat batasan menurut norma yang ada. “demokrasi memang memperobolehkan setiap orang mengemukakan pendapatnya. Tapi bukan pendapat yang memecah belah bangsa, kalau memecah belah itu demokrasi kebablasan namanya,” ungkap Surya.

Sedangkan GM PT. Bestindo Putra Mandiri Fauzi Fasri dalam seminar tersebut menyampaikan, banyak pemimpin yang tercipta dari media. Karena memiliki modal dimedia, seseorang bisa menciptakan rasa selera masyarakat. “dengan menciptakan selera tersebut, sudah pasti sang pemilik modal yang dijadikan selera masyarkat. Sehingga pemilik modal dianggap sebagai tokoh yang hebat,” terang Alumni UMY ini.
Dalam rangka menentukan pemimpin Indonesia, Fauzi menyaranakan supaya pemuda tidak tertipu iklan dan pencitraan. “kita harus lebih kritis dan terus menganalisa keadaan, jangan sampai memilih pemimpin yang salah nantinya. Karena pilihan kita menentukan masa depan Indonesia dimasa mendatang,” ungkapnya. (syah)