Perlu Strategi Baru Untuk Menyelesaikan Masalah

Desember 19, 2012 oleh : BHP UMY

Semakin berkembangnya zaman, maka kajian akan suatu permasalahan harus semakin meningkat dan perlu adanya mendesain strategi baru untuk meningkatkan kapabilitas keilmuan mahasiswa. Mahasiswa dituntut secara aktif mampu menyelesaikan suatu masalah yang akan dihadapi di masa depan.

Demikian yang disampaikan oleh Direktur Magister Politik dan Hubungan Internasional (MPHI) Dr. Surwandono pada acara Open House MPHI di Ruang Simulasi Sidang Asean Hubungan Internasional Kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (15/12).

Surwandono memaparkan bahwa di Indonesia sangat langka Program Magister Hubungan Internasional dengan kajian diplomasi dan kerjasama internasional. Dengan semakin berkembangnya sebuah zaman akan berimplikasi pada permasalahan yang semakin kompleks. Untuk itu dengan kajian diplomasi secara teori dan praktek serta kerjasama yang ditawarkan oleh program MPHI, maka dengan program tersebut mahasiswa siap menghadapi masalah di era tersebut.

“Dalam kurikulum MPHI kita sengaja mendesain sistem perkuliahan yang komprehensip seperti sistem perkuliahan berbasis Student Centered Learning (SCL) yang mengkombinasikan model kuliah (lecture), simulasi, kelompok studi kecil (buzz group), diskusi, brainstorming, studi kasus, role play dan seminar secara sistematis,” jelasnya.

Surwandono juga menambahkan bahwa mahasiswa fasilitas yang diberikan oleh MPHI ini adalah menerjunkan mahasiswa langsung ke negara yang sesuai dengan materi perkuliahan. Mahasiswa dibidik untuk terjun langsung ke lapangan jangan sampai pengetahuan yang didapat selama perkuliahan hanya sebatas teori saja tetapi juga bisa menggambarkan realita di lapangan dan mengetahui bagaimana cara menyelesaikan konfliknya.

“Mahasiswa MPHI akan kita bawa untuk mengkaji langsung permasalahan diplomasi atau politik di negara yang sedang dibahas dalam perkuliahan supaya mahasiswa lebih dapat melihat secara jelas realita yang ada dan dapat memecahkan permasalahan tersebut,” tambahnya.

Surwandono juga memaparkan saat ini telah tercatat bahwa MPHI UMY mempunyai staf pengajar yang terdiri dari Profesor maupun Doktor Ilmu Politik dan Hubungan Internasional seperti Prof. Amien Rais, Prof. Bambang Cipto, Prof. Tulus Warsito, Dr. Sidik Jatmika, Ali Muhammad,P.hD, Dr. Surwandono, Dr. Nur Azizah, Dr. Achmad Nurmandi dan lain lain.

“Mahasiswa di MPHI akan mendapatkan bimbingan langsung dari pengajar ahli atau guru besar yang telah kita sediakan dan setiap pekannya staf pengajar akan memantau terus perkembangan mahasiswa nantinya sehingga dapat menyelesaikan magister dalam 3 semester, yakni setara satu setengah tahun” katanya.
(syah)