Perawat Berperan Penting Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis

September 22, 2014 oleh : BHP UMY

Seminar MkepJumlah penderita penyakit ginjal kronis dari tahun ke tahun semakin meningkat. Menurut data dari Jurnal Ethnicity and Disease yang terbit tahun 2009, pada tahun 2006 ditemukan 2149 kasus baru di Indonesia, dan pada tahun 2006 kasus baru penyakit ginjal kronis meningkat menjadi 4656 jiwa. Karena itu, posisi perawat menjadi berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Yuni Permatasari Istanti, Ketua Program Studi Magister Keperawatan UMY, dalam Seminar Nasional “Improving Quality of Life Among Dialysis Patients trough Evidence Based Nursing” yang diadakan oleh Program Studi Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu (20/9) di Crystal Lotus Hotel Yogyakarta.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua panitia seminar, Nurchayati. Menurut Nurchayati, jumlah penderita gagal ginjal kronik di indonesia yang menjalani haemodialisa dari tahun ke tahun semakin meningkat. Selain itu, terjadi pergeseran yang cukup signifikan pada usia penderita gagal ginjal kronis yang semakin muda sehingga dampaknya akan semakin lama dirasakan oleh pasien. “Proses hemodialisis akan mempengaruhi semua aspek kehidupan, sehingga peran perawat menjadi sangat penting untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Hal inilah yang juga melatarbelakangi Program Studi Magister Keperawatan UMY untuk mempertemukan akademisi dan klinisi di bidang nefrologi dalam event Seminar Nasional ini,” ungkapnya.

Dalam seminar tersebut Dr. Ginova Nainggolan, yang merupakan dokter penyakit dalam RSCM, pakar Ginjal dan Hipertensi juga turut hadir sebagai pembicara. Dr Ginova menyampaikan materi tentang pentingnya kerjasama antarprofesi kesehatan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dialisis. Sedangkan keynote speech dalam seminar tersebut, Prof. Klapachoen Shokebumroong, dari Khon Kaen University Thailand menyampaikan informasi tentang penanganan pasien dialysis di Thailand dan langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah Thailand, untuk mencegah peningkatan jumlah penderita penyakit ginjal kronis serta upaya pemerintah Thailand untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dialysis.

Seminar yang merupakan event tahunan Magister Keperawatan UMY tersebut diikuti oleh 128 peserta yang terdiri dari akademisi bidang keperawatan dan perawat haemodialysis dari rumah sakit se-Indonesia. Sebagai rangkaian Annual Scientific Forum, selain menyelenggarakan seminar, Magister Keperawatan UMY juga mengadakan kompetisi artikel ilmiah yang berkaitan dengan Nefrologi. Pemenang kompetisi, Sumarno Adi Subrata dari Universitas Muhammadiyah Magelang dan Diyah Candra Anita dari Stikes Aisyiyah Yogyakarta, mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karya ilmiahnya dalam seminar tersebut.