Pendidikan Formal jadi basis SDM perbankan dan keuangan Islam

Desember 13, 2010 oleh : BHP UMY

Untuk memenuhi kebutuhan SDM perbankan dan keuangan Islam yang saat ini berkembang pesat, Sector pendidikan formal menjadi basis bagi peningkatan SDM yang paham akan perbankan dan keuangan Islam. Demikian disampaikan mahasiswi International Program for Islamic Economics and Finance- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (IPIEF-UMY) saat mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Islamic Banking and Finance: Leading Sector in Islamic and the Issue of Human Capital Development” dalam Forum Riset Perbankan Syariah II, di Kampus Terpadu, Kamis (9/12) siang.

Berdasarkan data empiris, perbankan dan keuangan Islam, dikatakan Felisma, merupakan sector unggulan dalam perkembangan ekonomis Islam moderen. Hal ini diindikasikan dengan pertumbuhan institusi keuangan Islam yang tidak hanya terjadi di Negara Muslim namun juga dunia.

Selain itu, di perpustakaan International Islamic University Malaysia (IIUM) misalnya, dari 4.580 abstrak atau outline sejak tahun 1994 hingga 2005 yang mana 40% menggunakan bahasa Arab, 56% bahasa Inggris, dan 4% bahasa Malay, juga menunjukkan sekitar 40% dari literatur tersebut atau 1.800 studi membahas mengenai perbankan dan keuangan Islam. Dua per tiga dari 1.800 studi tersebut adalah artikel yang telah dipublikasikan di jurnal. Felisma mengatakan, di Indonesia sendiri keuangan dan perbankan Islam diposisikan sebagai bagian dari sistem finansial Indonesia yang mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Dengan kondisi ini, diakui Felisma, tantangan selanjutnya adalah bagaimana memenuhi kebutuhan atas tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang baik dan berkualitas dalam dunia perbankan dan keuangan Islam. Lebih lanjut Ia memaparkan ketersediaan SDM di sebagaian besar Negara yang mengembangkan sistem perbankan Islam masih terkendala kurangnya pemahaman mengenai pengajaran Syariah dan sistem perbankan atau finansial. perbankan dan keuangan Islam yang saat ini menjadi kebangkitan monumental bagi keuangan dan perbankan global, ditambahkan Felisma, mampu membawa angin segar bagi kondisi saat ini. “Oleh karenanya, dibutuhkan aksi selanjutnya dalam meningkatkan perbankan dan keuangan Islam,” jelasnya.

Bank Indonesia menyebutkan pada tahun 2006, ada tiga bank komersial yang menjalankan prinsip Syariah secara lengkap dan saat ini meningkat menjadi 11 bank. Total untuk memenuhi kebutuhan SDM yang berkualitas sekitar 42.000 orang. Sementara itu, pada tahun 2012, bank Indonesia telah mentargetkan 5% dari asset untuk aktivitas nasional perbankan.

Untuk itu, dalam menciptakan sdm berkualitas, strategi pendidikan formal perlu dijalankan mengingat pendidikan formal merupakan basis pendidikan untuk menyiapkan lulusan yang paham akan perbankan dan keuangan Islam serta sistem finansial. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas lulusan pada tingkat level undergraduate. “Langkah kedua yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan strategi pembelajaran dan bagi masyarakat, termasuk meningkatkan institusi perekonomian Islam,” ujar Felisma.