Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Sebagai Pembentuk Karakter

Mei 16, 2018 oleh : BHP UMY

Peran pendidikan karakter juga menjadi perhatian di lembaga – lembaga pendidikan Muhammadiyah. Hal ini dikarenakan pendidikan karakter sebagai ruh pada setiap proses pembelajaran sebagai upaya mencapai tujuan pendidikan Persyarikatan Muhammadiyah. Hal ini pula yang menjadi alasan bagi Baidarus, MM,M.Ag untuk menjadikan tema itu sebagai disertasinya yang berjudul “Peran Pendidikan Al-Islam Dan Kemuhammadiyahan (AIK) Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Menengah Muhmmadiyah Kota Pekanbaru” yang diujikan pada Selasa (15/5) di gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Baidarus, MM,M.Ag yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Riau menyampaikan bahwa pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter seluruh siswa yang bersekolah di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah. “Pembentukan karakter siswa bisa dibentuk melalui pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang disapaikan oleh para pengajar di sekolah Muhammadiyah,” jelasnya.

Baidarus pun menyampaikan, ada 5 sikap yang ditunjukkan para siswa setelah mendapatkan pendidikan AIK. Yang pertama adalah sikap religius yang tergambarkan dari semangat para siswa untuk melakukan shalat secara berjamaah, membaca al-qur’an, kemudian giat melakukan ibadah sunnah seperti shalat dhuha dan puasa-puasa sunnah. Kedua munculnya sikap moderat yang ditunjukkan dengan rasa kasih sayang, kesantunan, saling mendukung dan meperkuat, bersikap kritis terbuka dalam memandang perbedaan. Ketiga sikap cerdas dan berilmu yang terlihat dari semangat para siswa untuk membaca dan belajar. Keempat ialah sikap mandiri yang menjadikan pelajar mampu untuk menjadi insan yang disiplin dan mandiri. Kelima, para siswa mampu untuk bekerjasama dengan koleganya, hal ini terlihat jelas dari solidaritas sosial yang tinggi diantara siswa.

Keberhasilan dalam menyampaikan nilai – nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, menurut Baidarus juga mendapat dukungan dari para tenaga pendidik yang mengajar para siswa. “Adapun metode mengajar yang dipakai oleh para guru adalah diskusi, tanya jawab, nasehat dan motivasi keteladanan tokoh – tokoh Islam,” imbuhnya.

Baidarus menjadi lulusan doktor ke 41 Program Doktor Psikologi Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan predikat sangat baik. Tim penguji dan promotor pada sidang doktor terbuka tersebut terdiri dari Sri Atmaja P. Rosyidi, M.Sc. Eng., Ph. D., P.Eng, Dr. Aris Fauzan, M.A., Prof. Dr. Dr. Usman Abubakar, M. A., Dr. Tasman Hamami, M.A., Prof. Dr. Alef Theria Wasim, M.a., Dr. Muhammad Anis, M.A., Dr. Muhammad Samsudin, M. Pd., dan Dr. Abd. Majid, M. Ag.. (ak)