Partisipasi Masyarakat Jadi Cara Untuk Tingkatkan Kepercayaan terhadap Pemerintah

Mei 24, 2016 oleh : BHP UMY

IMG_6841

Dalam membangun sebuah pemerintahan yang bersinergi dan maju, dibutuhkan beberapa hal yang harus saling mendukung. Mulai dari elit politik hingga masyarakatnya harus bersatu guna mewujudkannya. “Kita harus mencoba berubah dan bangun dari semua ini. Kita harus transparan kepada masyarakat, merespon segala keluhan masyarakat, berani bertanggung jawab, dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan meningkat,” kata Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo dalam sesi pararel “Politik Berkemajuan : Pemerintah Daerah dan Pembangunan Nasional : Perspektif Good Governance” yang termasuk sebagai salah satu agenda Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Selasa, (24/5).

Sumber daya yang harus dipenuhi dalam meningkatkan kepercayaan kepada pemerintah adalah manusia, peraturan, dan sistem demokrasi yang baik. Saat ini, menurut Yoyok, sebuah kemajuan bukan hanya bergantung kepada rakyat, tapi juga elitnya. “Minggu depan sebanyak 48 kepala desa harus siap mempresentasikan pertanggungjawabannya terhadap dana desa yang sudah diberikan beberapa waktu lalu,” lanjut Yoyok. Yoyok mengakui, ia bukanlah orang yang berlatar belakang politik dan tidak pernah belajar ilmu pemerintahan, tapi ia tetap berusaha untuk menegakkan demokrasi yang tegak lurus. “Hasilnya, kemarin saya berhasil mengadakan Festival Anggaran yang berisi laporan pertanggungjawaban anggaran saya kepada masyarakat Batang,” terang Yoyok.

Senada dengan Yoyok, Walikota Bandung Ridwan Kamil juga mengutamakan partisipasi masyarakat dalam membangun Kota Bandung. Ridwan Kamil menyebutkan bahwa dengan latar belakangnya yang berasal dari dunia profesional, ia mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahannya. “Saya perbaiki berbagai infrastruktur di Bandung, membangun berbagai ruang publik, dan mentransparansikan segala kebijakan yang saya ambil kepada masyarakat,” kata lelaki yang akrab disapa Kang Emil ini dalam kesempatan yang sama.

Terobosan Ridwan Kamil dalam pemerintahannya salah satunya adalah memanfaatkan media sosial dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat Bandung. Ridwan mengubah semua administrasi manual menjadi online, termasuk mengurus ijin usaha mikro yang bernilai di bawah 50 juta Rupiah. Selain itu, ia juga memanfaatkan latar belakangnya sebagai arsitek untuk membangun jaringan dan relasi yang tujuannya untuk mewujudkan Bandung Juara. “Salah satu hasilnya adalah Malaysia berkomitmen mengeluarkan 70 miliar rupiah untuk membeli produk-produk usaha kecil dan menengah yang berasal dari Kota Bandung,” tutur Ridwan.

Pararel sesi ini juga dihadiri oleh Gubernur NTB Zainul Majdi, Bupati Bojonegoro Suyoto, Bupati Sorong Stefanus Malak, Mantan Walikota Yogyakarta Herry Zuhdianto, dan dimoderatori oleh Dr. Achmad Nurmandi. Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan ini akan ditutup oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pada Selasa sore di Sportorium UMY.