Ners Merupakan Profesi Yang Langka

Desember 29, 2011 oleh : BHP UMY

Ners merupakan profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan masyarakat sehingga mereka dapat mencapai, mempertahankan, atau memulihkan kesehatan yang optimal dan kualitas hidup dari lahir sampai mati. Tidak semua orang ingin menekuni profesi ini maka saat ini profesi ners merupakan profesi yang langka baik di Indonesia maupun luar negeri.

Hal ini disampaikan oleh Drs. Kirnantoro, SKM., M.Kes Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sambutannya pada acara Pelantikan dan Sumpah Ners Angkatan XVIII Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta  (PSIK-FKIK-UMY) yang diselenggarakan di Sportorium UMY, Kamis (29/12).

Kirnantoro mengungkapkan bahwa dengan semakin langkanya profesi ners ini maka para ners baru harus mampu memberikan dan menunjukkan kualitas terbaiknya. “Saat ini profesi ners baru memenuhi 10% dari jumlah yang dibutuhkan, sehingga ini merupakan saat yang tepat dimana semakin langkanya profesi ini diharapkan para ners baru khususnya ners lulusan UMY harus memberikan dan menunjukkan kualitas terbaiknya sebagai ners yang profesional dalam melayani dan merawat pasien atau masyarakat” ungkapnya.

Selain itu dr. Joko Murdiyanto, Sp.An anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (DIKTI LITBANG) PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa para ners baru lulusan UMY harus menunjukkan karakter sebagai seorang Muhammadiyah. “Ners yang lahir dari perguruan tinggi Muhammadiyah harus bisa memiliki dan menunjukkan karakter sebagai seorang Muhammadiyah dan harus mampu memenuhi kebutuhan dasar manusia sehingga akan menjadi seorang profesi ners yang luar biasa” tandasnya.

Dalam acara ini Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY, dr. H. Ardi Pramono, SpAn., M.Kes melantik 95 Ners baru yang telah menyelesaikan studinya selama kurang lebih 4 tahun dengan indek prestasi rata-rata 3,84 dan jenjang profesi selama satu tahun di Rumah Sakit, Puskesmas, dan institusi kesehatan lainnya yang tersebar di Propinsi DIY dan Jateng. Maka sampai dengan saat ini PSIK-FKIK UMY telah meluluskan sekitar 561 ners yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia dan luar negeri.

Menurut Ardi, selain prestasi akademik yang telah diraih oleh para ners baru ini mereka juga mempunyai segudang prestasi non akademik. “Selain indeks prestasi akademik dengan predikat cumlaude, mereka juga memiliki segudang prestasi non akademik yang cukup membanggakan maka kami memberikan penghargan dan apresiasi bagi mereka para ners yang hari ini telah menyelesaikan studinya di UMY” jelasnya.

“Terdapat empat mahasiswa dengan predikat terbaik yaitu Lisnawati Nur Farida, S.Kep., Ns dengan IPK 3,66, Ririnasahawaitun, S.Kep., Ns dengan IPK 3,61 dan Ika Mustika Dewi, S.Kep., Ns dan Dedeh Husnaniyah, S.Kep., Ns.  Selain itu penghargaan juga diberikan The Best Oral Presentation in Khon Khaen University of Thailand yaitu kepada Dwi Nurani Ohorella, Suwarno, Emerita dan Irna Kartina” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut Rektor UMY Ir. H. Dasron Hamid, M.Sc  berharap para ners baru ini akan mengabdikan diri mereka pada masyarakat “Semoga ilmu dan pengetahuan yang telah mereka dapat selama studi di UMY dapat di aplikasikan dan di manapun mereka bekerja nanti demi kemaslahatan umat” harapnya.

Ners merupakan profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan masyarakat sehingga mereka dapat mencapai, mempertahankan, atau memulihkan kesehatan yang optimal dan kualitas hidup dari lahir sampai mati. Tidak semua orang ingin menekuni profesi ini maka saat ini profesi ners merupakan profesi yang langka baik di Indonesia maupun luar negeri.

Hal ini disampaikan oleh Drs. Kirnantoro, SKM., M.Kes Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sambutannya pada acara Pelantikan dan Sumpah Ners Angkatan XVIII Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta  (PSIK-FKIK-UMY) yang diselenggarakan di Sportorium UMY, Kamis (29/12).

Kirnantoro mengungkapkan bahwa dengan semakin langkanya profesi ners ini maka para ners baru harus mampu memberikan dan menunjukkan kualitas terbaiknya. “Saat ini profesi ners baru memenuhi 10% dari jumlah yang dibutuhkan, sehingga ini merupakan saat yang tepat dimana semakin langkanya profesi ini diharapkan para ners baru khususnya ners lulusan UMY harus memberikan dan menunjukkan kualitas terbaiknya sebagai ners yang profesional dalam melayani dan merawat pasien atau masyarakat” ungkapnya.

Selain itu dr. Joko Murdiyanto, Sp.An anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (DIKTI LITBANG) PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa para ners baru lulusan UMY harus menunjukkan karakter sebagai seorang Muhammadiyah. “Ners yang lahir dari perguruan tinggi Muhammadiyah harus bisa memiliki dan menunjukkan karakter sebagai seorang Muhammadiyah dan harus mampu memenuhi kebutuhan dasar manusia sehingga akan menjadi seorang profesi ners yang luar biasa” tandasnya.

Dalam acara ini Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY, dr. H. Ardi Pramono, SpAn., M.Kes melantik 95 Ners baru yang telah menyelesaikan studinya selama kurang lebih 4 tahun dengan indek prestasi rata-rata 3,84 dan jenjang profesi selama satu tahun di Rumah Sakit, Puskesmas, dan institusi kesehatan lainnya yang tersebar di Propinsi DIY dan Jateng. Maka sampai dengan saat ini PSIK-FKIK UMY telah meluluskan sekitar 561 ners yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia dan luar negeri.

Menurut Ardi, selain prestasi akademik yang telah diraih oleh para ners baru ini mereka juga mempunyai segudang prestasi non akademik. “Selain indeks prestasi akademik dengan predikat cumlaude, mereka juga memiliki segudang prestasi non akademik yang cukup membanggakan maka kami memberikan penghargan dan apresiasi bagi mereka para ners yang hari ini telah menyelesaikan studinya di UMY” jelasnya.

“Terdapat empat mahasiswa dengan predikat terbaik yaitu Lisnawati Nur Farida, S.Kep., Ns dengan IPK 3,66, Ririnasahawaitun, S.Kep., Ns dengan IPK 3,61 dan Ika Mustika Dewi, S.Kep., Ns dan Dedeh Husnaniyah, S.Kep., Ns.  Selain itu penghargaan juga diberikan The Best Oral Presentation in Khon Khaen University of Thailand yaitu kepada Dwi Nurani Ohorella, Suwarno, Emerita dan Irna Kartina” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut Rektor UMY Ir. H. Dasron Hamid, M.Sc  berharap para ners baru ini akan mengabdikan diri mereka pada masyarakat “Semoga ilmu dan pengetahuan yang telah mereka dapat selama studi di UMY dapat di aplikasikan dan di manapun mereka bekerja nanti demi kemaslahatan umat” harapnya.(sakti)