Menilik Islam di Australia, Islam Bukan Fenomena

Mei 16, 2014 oleh : BHP UMY

_MG_1284Berkembangnya Islam hingga negara-negara Barat yang notabene sekuler, sudah bukan lagi dianggap sebagai sebuah fenomena. Bahkan oleh mereka sendiri yang baru memeluk Islam dan menjadi warga negara setempat. Islam sudah menjadi salah satu agama penting di negara-negara Barat, termasuk salah satunya Australia. Perkembangannya pun bisa dikatakan sangat pesat dan cepat. Selain itu, Australia dan Islam pada kenyataannya juga bisa berjalan bersama dengan baik.

Hal itulah yang dijelaskan oleh Kasyif, Ruben, Muhammad Dudley, Laila dan Nur saat menjadi pembicara dalam acara Muslim Exchange Program di UMY. Kelimanya berasal dari Persatuan Pemuda Muslim Australia, yang diundang ke UMY untuk memberikan penjelasan dan menceritakan pengalamannya menjadi pemeluk agama Islam di negara Australia. Acara yang diselenggarakan berkat kerjasama dengan Kedutaan Besar Australia ini juga menghadirkan mahasiswa UMY dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) dan Fakultas Pendidikan Bahasa (FPB) UMY, dan bertempat di ruang sidang komisi AR. Fakhruddin A lantai 5, Kampus Terpadu UMY.

Dalam pemaparannya, Kasyif mengatakan jumlah penduduk Muslim di Australia semakin tahun semakin bertambah. Bahkan hingga mencapai setengah juta dari penduduk Australia tersebut beragama Islam. “Tapi, tidak semua penduduk Muslim itu adalah warga keturunan Australia. Bukan penduduk asli sana. Tapi mereka berasal dari banyak etnis yang datang dari luar Australia, kemudian hidup dan tumbuh di sana. Populasi umat Muslim di Australia itu, 2 persennya berasal dari etnis yang berbeda-beda,” ujarnya.

Selain itu, perkembangan yang pesat dan cepat dari Islam itu sendiri ternyata juga bukan hanya dipengaruhi oleh keberadaan etnis yang sudah Muslim. Namun juga berasal dari ketertarikan warga negara asli Australia yang tertarik pada agama Islam. “Islam di Australia itu bukan hanya berkembang karena pengaruh etnis atau orang lain yang sudah memeluk Islam. Tapi karena ketertarikan dari penduduk itu sendiri pada Islam,” imbuh Muhammad.

Hal itu pun dibenarkan oleh Ruben. Ia mengaku bahwa dirinya sudah sejak 5 tahun yang lalu tertarik memperdalam dan mempelajari tentang Islam. “Saya sudah 5 tahun menjadi Muslim. Dan itu membuat saya berpikir dan semakin tahu bahwa Islam itu sangat menarik. Hingga akhirnya saya mendalami tentang Islam itu sendiri, dan kemudian memeluk agama Islam ini sampai sekarang,” ujarnya.