Mahasiswa UMY Kenalkan Batik di Korea Selatan

Agustus 25, 2012 oleh : BHP UMY

Dalam rangka mengikuti Student Exchange yang akan dilaksanakan di pada tanggal 11-21 Agustus 2012 di Daegu Health College, Korea Selatan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan memperkenalkan salah satu warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia yaitu Batik. Dunia mengakuinya melalui UNESCO, salah satu badan dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Student Exchange yang dilaksanakan kali ini mengangkat tema tentang budaya. Maka dari itu Batik sebagai identitas dari Indonesia dipilih untuk diperkenalkan kepada seluruh peserta yang berasal dari sejumlah negara yang mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan Student Exchange ini diikuti oleh dua orang mahasiswa UMY yaitu Febryan Mujahid Panatagama, mahasiswa IPIEF (International Program for lslamic Economic and Finance) Fakultas Ekonomi dan Ria Haryanti, dari IPoLS (International Program of Law and Sharia) Fakultas Hukum. Mereka berhasil mendapatkan beasiswa dari Daegu Health College, Korea Selatan setelah bersaing dengan sekitar 80 mahasiswa UMY lainnya yang mendaftarkan diri. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sendiri merupakan salah satu universitas dari Indonesia yang mendapat undangan langsung dari Daegu Health College yang bertempat di kota Daegu, Korea Selatan. Febryan dan Ria saat ditemui di sela-sela persiapan keberangkatan mereka, Selasa (07/8) mengatakan sepakat untuk  membawa Batik sebagai alat promosi kebudayaan khas Indonesia di Daegu.Beasiswa leadership yang rutin diselenggarakan tiap musim panas ini pada tahun ini mengambil tema “An Appreciation of Cultural Diversity” . UMY sendiri merupakan salah satu universitas dari Indonesia yang mendapat undangan langsung dari Daegu Health College yang bertempat di kota Daegu, Korea Selatan.

Menurut Febryan, budaya Indonesia memang sangat banyak dan beragam, namun Batik merupakan salah satu budaya yang ada di setiap daerah di Indonesia dengan motif, warna dan jenisnya masing-masing yang khas dan spesifik. “Batik akan kami ambil sebagai alat promosi Indonesia di Daegu nanti. Batik yang kita promosikan tak hanya batik khas Yogya saja tetapi juga batik Indonesia secara keseluruhan yang khas seperti dari Solo maupun Pekalongan” ujarnya.

Penggunaan batik sebagai busana menjadi metode mereka dalam mempromosikan batik kepada partisipan lain yang ikut serta dalam program tersebut, selain dengan melalui presentasi. “Nantinya batik akan kita pakai dalam rangkaian kegiatan formal, sementara nanti pada waktu apresiasi kebudayaan dari masing-masing peserta kita akan mempresentasikan tentang seluk beluk batik Indonesia”, ujar Ria. “Kita berharap apa yang nantinya kita tampilkan di sana bisa mengukuhkan bahwa Indonesia demikian kaya akan keragaman budayanya”,tegasnya.

Sementara itu, Ria menambahkan mereka juga akan mengikuti serangkaian kegiatan lain seperti cooking contest dan melakukan kunjungan di beberapa tempat bersejarah di Korea. “Ada beberapa hal yang akan kita lakukan selain melakukan promosi batik, kami akan mengikuti cooking contest bersama para peserta dari negara lainnya dan juga mengunjungi tempat-tempat budaya dan sejarah yang dimiliki dan terkenal di Korea” tambahnya. Ria juga berharap sekembalinya dari Korea Selatan mereka akan mendapatkan pengalaman baru dan menambah wawasan yang lebih luas lagi. “Kami berharap dengan pengalaman, serta ilmu yang kami dapatkan di sini akan bermanfaat bagi diri kita sendiri dan akan kami share dengan teman-teman di UMY sehingga lebih bermanfaat lagi”  jelasnya.

Disinggung mengenai pelaksanaan scholarship yang berlangsung pada bulan Ramadhan dan berakhir pada perayaan Idul Fitri, dua mahasiswa perwakilan dari UMY, Febryan dan Ria kompak menjawabnya sebagai sebuah pengalaman dan tantangan yang tidak terlupakan.”Sudah pasti kita mempersiapkan semuanya baik fisik maupun mental. Dan untuk penyelengaraan yang bertepatan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri hal ini bisa dijadikan momentum untuk mengembangkan citra baik Islam dimata dunia selain itu ketika perayaan idul fitri nanti kita akan merayakannya di kantor Kedutaan Besar Indonesia di Korea Selatan”, pungkasnya. (Sakti)