KEMENAG BEM KM UMY Adakan Aksi Solidaritas Bagi Jilbab Gratis

April 23, 2015 oleh : BHP UMY

DSCN1456Dalam rangka menyambut Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April, Kementerian Agama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar aksi “Bagi Jilbab Gratis” di titik Nol Kilometer, Malioboro, Yogyakarta. Acara yang digelar pada Selasa (21/4) ini bertujuan untuk membangun kesadaran berhijab kepada muslimah Yogyakarta.

Mochamad Rizal Kurniawan, selaku Menteri Agama BEM KM UMY mengatakan, terlepas dari banyaknya kontroversi pro dan kontra mengenai Hari Kartini tersebut, BEM KM UMY tetap memilih mengadakan aksi solidaritas dalam menyambut Hari Kartini yang juga dinobatkan sebagai salah satu pahlawan Indonesia tersebut. Hal tersebut menurutnya juga untuk mengenang sekaligus memberikan pelajaran pada perempuan dan generasi muda bangsa Indonesia agar tidak lagi mendiskriminasi perempuan.

“Acara ini juga memiliki tujuan utama sebagai dakwah kami kepada masyarakat, terutama Dakwah bil Hal dalam membangun kesadaran berhijab bagi muslimah Yogyakarta,” ungkap Rizal yang juga seorang mahasiswa Fakultas Agama Islam UMY ini lagi.

Aksi yang bertemakan “Semangat Berhijab di Era Kartini Modern” ini menurut Rizal juga mendapatkan respon baik dari kalangan masyarakat Yogyakarta. Banyak masyarakat dari berbagai kalangan yang menurutnya antusias dengan aksi tersebut. “Ini karena selain mereka mendapatkan jilbab secara cuma-cuma, mereka juga mendapatkan bros dan stiker gratis serta harus mencoba jilbab yang kami berikan kemudian berfoto untuk bisa mendapatkan barang-barang tersebut,” ujarnya.

Hal lain yang cukup membuat Rizal serta teman-temannya puas dengan aksi tersebut, yakni karena bukan hanya dari kaum Hawa saja yang berpartisipasi dalam aksi tersebut, melainkan kaum Adam pun dari yang muda sampai yang tua juga ikut meramaikan acara ini. Mereka ikut berpartisipasi dengan cara ikut mempromosikan jilbab tersebut pada pejalan kaki serta meminta jilbab pada panitia agar nantinya bisa diberikan pula kepada anak dan istrinya. “Bahkan ada yang lebih menarika lagi. Ada salah seorang perempuan asing berkebangsaan Kanada yang juga ikut mencoba jilbab yang kami bagikan. Meskipun dia tidak sampai membawa jilbab itu pulang,” paparnya.

Aksi solidaritas bagi Jilbab Gratis yang selesai pada pukul 10.30 wib ini pun tidak menyisakan satu pun jilbab yang dibawa pulang oleh panitia. Karena semua jilbab yang disediakan telah habis dibagi pada masyarakat. Rizal pun berharap, dengan adanya aksi solidaritas tersebut, masyarakat bisa semakin paham akan pentingnya berhijab. “Karena pada hakikatnya, berhijab (berjilbab) itu adalah suatu kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar oleh kaum Muslimah,” pungkasnya.