JK: Indonesia Butuh Wirausaha Muda

Desember 18, 2012 oleh : BHP UMY

IMG_7444Kemunduran ekonomi di Indonesia salah satunya disebabkan oleh adanya konglomerasi oleh pihak-pihak tertentu. Hal itulah yang memicu krisis ekonomi yang tengah di hadapi oleh bangsa ini, untuk itu diperlukan pengusaha-pengusaha muda di Indonesia.

Mantan Wapres HM Jusuf Kalla memaparkan hal itu saat meresmikan pendirian Student Entrepreneurship and Business Incubator (SEBI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (13/12).

“Kesuksesan perekonomian bangsa Indonesia terletak pada generasi muda Indonesia. Bertumbuhnya pengusaha-pengusaha muda di Indonesia menandakan suksesnya perkembangan ekonomi di Indonesia,” lanjut JK.

JK menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang wirausaha memang bisa diajarkan tetapi dalam praktek akan berbeda. Mengetahui teori belum cukup tetapi yang terpenting adalah menjalankannya. Untuk itu ada wadah bagi mahasiswa dalam pengembangan budaya kewirausahaan dan kemandirian usaha agar menjadi wirausaha yang memiliki potensi.

“Adanya wadah untuk berwirausaha akan bisa meningkatkan kemandirian mahasiswa. Memberikan fasilitas yang mana bisa memposisikan mahasiswa untuk membangun usaha baru di UMY sehingga jiwa wirausaha sudah tertanam semenjak kuliah dan siap untuk menghadapi segala tantangan di masa depan,” paparnya.

Selain itu ketua SEBI Rr. Sri Handari W., SE., MM. menerangkan bahwa tujuan didirikannya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, manajemen dan fasilitas kerja bagi wirausaha baru dan UMKM binaan melalui pelayanan, pelatihan dan fasilitasi pendampingan.

“Adanya SEBI ini akan membangun fasilitas pengembangan wirausaha baru yang mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan wirausaha baru melalui tahapan-tahapan secara terprogram dan berkelanjutan sehingga produk yang dikembangkan merupakan karya inovatif, memiliki nilai utilitas tinggi bagi masyarakat, dan memperoleh tingkat penerimaan pasar secara potensial,” terangnya.

Sri menilai bahwa selama ini permasalahan ang dihadapkan oleh UMY adalah belum adanya program yang secara intensif mampu memberikan dorongan, pendampingan, dan mentoring dalam inovasi dan pengembangan ide bisnis yang mendorong kemandirian usaha.

“Adanya SEBI ini untuk menguatkan misi UMY dalam bidang pemberdayaan dan pengembangan masyarakat,” tuturnya.