Islam Harus Berjaya Lewat Penguatan Ekonomi

Desember 29, 2017 oleh : BHP UMY

Sebagaimana diketahui bersama, Indonesia merupakan negara dengan jumlah lembaga keuangan syariah terbesar di dunia, dan zakat adalah sektor sosial keuangan syariah yang memiliki tempat dan peran cukup signifikan. Zakat juga merupakan salah satu instrument pengentasan kemiskinan jika dana zakat diterima dan digunakan secara produktif. Maka secara berkelanjutan Islam akan kembali berjaya lewat penguatan ekonomi. “Jika islam ingin berjaya maka yang perlu diperkuat adalah ekonominya,” tutur Dr. Gunawan Budianto, M.P Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam kegiatan “Pentasyarufan Zakat Institusi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2017/2018” untuk semester gasal.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung A.R. Fachruddin A Lt.1 pada Jumat (29/12). Zakat Institusi tersebut diserahkan kepada 76 Pengaju Bantuan dari total 95 yang mengajukan. Hal tersebut karena ketersediaan dana yang belum mencukupi keseluruhan dari yang mengajukan.

Jika melihat kondisi saat ini, Gunawan mengatakan bahwa secara sekilas terlihat bahwa yang membesarkan non muslim ternyata orang-orang muslim. “Seperti contohnya ketika perayaan tahun baru. Perayaan tahun baru itu milik nasrani, tapi yang merayakan, yang membuat terompet, petasan dan segala pernak perniknya adalah umat Islam. Yang membelinyapun orang Islam,” ujarnya.

Gunawan mengatakan bahwa Islam tidak akan pernah berjaya jika tidak melakukan penguasaan ekonomi. “Jika Islam hanya berdakwah dengan naik turun podium maka Islam tidak akan pernah berjaya. Tapi Islam harus berjaya lewat ekonomi,” tegasnya.

Gunawan memprediksi jika dilakukan penguatan ekonomi, maka masyarakat pengguna e-commerce saat ini akan beralih kepada e-commerce milik umat Islam yang diperuntukan untuk umat Islam. “Hanya dengan ekonomi yang kuatlah Islam itu akan bisa berbicara lebih luas lagi. Sepanjang umat Islam tidak menguasai ekonomi maka selamanya umat Islam akan terpinggirkan, sejarah sudah membuktikan. Selain itu juga kita harus sadar konteks perjuangan umat Islam yang lebih luas jika tidak maka tidak akan pernah bisa maju,” ungkapnya. (zaki)