IGOV UMY Terima Kunjungan University of Bradford

Mei 10, 2017 oleh : BHP UMY

Program Studi International Government (IGOV) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menerima kunjungan dari University of Bradford, Inggris di Ruang Sidang Direktur Pascasarjana UMY lt.1 pada Selasa (9/5). Kunjungan kali ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan motivasi agar lulusan IGOV UMY bisa berkuliah di luar negeri khususnya di Inggris.

Hal ini seperti dijelaskan salah satu dosen IGOV yang juga menjadi penanggung jawab acara, Rijal Ramdani S.IP, MPA. “Dengan adanya sosialisasi ini, kami harap lulusan IGOV dapat melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Inggris menjadi salah satu tujuan utamanya, dan Bradford memang menjadi salah satu perguruan tinggi ternama di sana,” ujarnya.

Dalam kunjungannya kali ini, selain sosialisasi juga diadakan kuliah umum yang dihadiri peserta dari jenjang S1, S2 dan para dosen Ilmu Pemerintahan. University of Bradford sendiri menghadirkan dua pembicara yaitu Carly Balmforth sebagai Senior International Recruitment Officer untuk regional Asia Tenggara dan Ismat Abu Shihab dari kantor regional Timur Tengah. “Selain untuk mahasiswa S1 dan S2, sosialisasi ini juga mengundang dosen Ilmu Pemerintahan untuk kemungkinan kerjasama di bidang riset,” lanjut Rijal lagi.

Dalam penutupnya, Rijal berharap kepada mahasiswa UMY, khususnya IGOV dapat memperoleh manfaat dari sosialisasi sehingga nantinya mengetahui informasi yang dibagikan. “Setelah ini, mahasiswa S1 yang ingin melanjutkan ke S2 atau mahasiswa S2 yang ingin melanjutkan ke S3 di Bradford bisa mempersiapkan diri. Bagaimana caranya mendaftar, fasilitas yang ada di sana, dan biaya hidup tadi telah diberikan informasinya,”ungkapnya.

Sementara dalam presentasinya, Carly Bramforth menjamin mahasiswa Indonesia yang akan berkuliah di Bradford tidak perlu khawatir, karena Bradford menjadi kampus paling multicultural di Inggris. “University of Bradford menjadi kampus paling multikultural di Inggris. Kamu akan bertemu berbagai teman dari beragam latar belakang sosial, pendidikan dan budaya,”paparnya.

Selain itu, dia juga menyatakan mahasiswa Indonesia tidak perlu khawatir dengan makanan yan ada di Bradford. “Sebanyak 80% penjual makanan dan restoran di Bradford telah dinyatakan halal. Bagi mahasiswa muslim, banyak pilihan tempat makan yang enak. Di kampus, kami juga membebaskan semua keyakinan untuk masuk ke Bradford. Jadi kami tidak membeda-bedakan agama,”ungkapnya. (bagas)