HIMAKAGI UMY Kembali Adakan Program IDSS Yang Ke-5

Agustus 11, 2014 oleh : BHP UMY

Mahasiswa Internasional Peserta IDSS 2014

HIMAKAGI UMY dan Prodi Kedokteran Gigi kembali melaksanakan kegiatan internasional mereka yaitu IDSS (International Dental Summer School) yang ke-5. Pembukaan acara IDSS ini dimulai hari Jumat (8/8) di Asri Medical Center yang diikuti oleh peserta IDSS dan pantia.

Dalam pembukaannya yang dibuka Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Ardi Pramono, dr,. Sp. An, M. Kes, beliau menyatakan rasa bangganya terhadap semua panitia serta memberikan selamat datang kepada peserta yang siap mengikuti beberapa program yang ditawarkan.

“Tujuan dari program IDSS ini adalah untuk mengisi waktu libur musim panas setiap mahasiswa internasional untuk mempelajari budaya, perawatan, serta beberapa teori yang berbeda antara di Indonesia dengan di benua lainnya,” jelas Satya Bagus Pradipta selaku ketua acara IDSS.

Program IDSS ini akan berjalan selama 16 hari yaitu sejak tanggal 8-23 Agustus 2014. Rangkaian dari program IDSS ini dibagi menjadi 2 yaitu education program dan non education program.

Dr. Lia menjelaskan bahwa education program terdiri dari school dental health care unit, lecture, voluntary work of international dental summer school 2014, skill lab, plenary discussion (case report), visit health center, dan public health center/ primary health center. Sedangkan non education program terdiri dari welcoming party, international night, camping, dan outbond,” paparnya. Untuk kegiatan voluntary work (bakti sosial) akan diadakan di dua desa yaitu Desa Tuksono, Kulon Progo pada tanggal 14 Agustus dan Desa Gamping, Ambarketawang pada tanggal 17 Agustus.

“Jumlah peserta IDSS tahun ini ada 33 peserta yang terdiri dari 11 Negara,” tutur Satya. Selain melibatkan mahasiswa dan dosen, program IDSS ini juga melibatkan beberapa dosen dari UGM dan UII sebagai dosen tamu. Satya menjelaskan bahwa manfaat dari program IDSS ini adalah banyaknya pengalaman yang akan didapat oleh peserta IDSS untuk mempelajari kasus-kasus tentang kesehatan di negara berkembang, sebab kesehatan di negara berkembang pasti dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, dan budaya, dapat menambah teman baru dari berbagai negara didunia, serta dapat mempelajari dan mengetahui kebudayaan dan sejarah di Indonesia khususnya di Kota Yogyakarta. Selain itu panitia juga dapat memiliki pengalaman berorganisasi, mendapatkan teman baru, dapat belajar berkomunikasi dengan orang dari negara asing,” paparnya lagi.

Selain itu Satya juga berharap dengan diadakannya program IDSS ini visi yang ada di IDSS dapat tercapai sebagaimana mestinya, program yang dirancang bisa berjalan dengan sukses dan lancar, IDSS tahun ini bisa menjadi pacuan untuk mengembangkan program di IDSS tahun depan, serta program IDSS ini bisa berjalan setiap tahunnya.

Sharing is caring!