Fuad Baraja: Kemauan adalah Kunci Berhenti Merokok

Desember 7, 2012 oleh : BHP UMY


Kunci di balik keputusan seseorang untuk berhenti merokok adalah kemauan. Meskipun demikian, ada beberapa metode yang dapat membantu seorang perokok untuk berhenti dari kecanduannya terhadap nikotin, salah satunya adalah dengan metode SEFT (Self Emotion Freedom Technic ).

 Hal ini disampaikan oleh Fuad Baraja aktor sinetron terkenal pada klinik berhenti merokok di Gedung AR. Fahruddin B Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kamis, (06/12). Klinik merokok kali ini merupakan rangkaian acara Konferensi “Addresing Tobacco Problems in Developing Countries” yang diselenggarakan atas kerjasama Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY dan The John Hopkins Bloomerg School of Public Health (JHSPH). Klinik ini dihadiri oleh ratusan pasien dari mahasiswa dan karyawan UMY.

 Fuad menjelaskan dasar dari SEFT sebenarnya adalah metode akupuntur. “SEFT ini menggunakan metode akupuntur, dimana mempelajari sekitar 361 titik di seluruh tubuh. Tetapi dalam SEFT, titik tersebut disederhanakan menjadi 18 titik saja, bahkan untuk klinik berhenti merokok saya hanya menggunakan 9 titik akupuntur saja,” jelasnya.

 Ditemui di sela-sela pelaksanaan terapi Fuad menerangkan bagaimana cara kerja Terapi ini. “Pertama-tama saya mengetuk-ngetuk beberapa titik mulai dari kepala hingga badan pasien dengan jari. Tidak berapa lama, pasien tersebut akan merasakan bahwa rokok yang tadi dihisapnya berubah menjadi pahit dan sangat tidak enak, sampai akhirnya pasien tadi dengan sukarela mengucapkan perpisahan kepada rokok dengan menbuangnya ke tempat sampah,” terangnya.

 Selain itu , Fuad memaparkan bahwa kebayakan pasien merasa sangat terbantu dengan adanya klinik tersebut. “Karena mereka sebenarnya ingin berhenti sejak lama dan sangat paham resiko kesehatan yang ditimbulkan dari kebiasaan tersebut, akan tetapi rata-rata mereka mengaku sulit untuk berhenti karena sudah terlanjur kecanduan nikmatnya rokok,” paparnya.

 Disamping itu Fuad menyempatkan diri untuk berbagi ilmu dan memberikan penjelasan serta dasar-dasar dari metode yang digunakannya tadi. “metode tersebut sebenarnya bisa diaplikasikan untuk berbagai keluhan atau penyakit, sehingga jika pasien menguasai metode ini, mereka diharapkan akan dapat mengatasi sendiri masalah yang dihadapinya,” imbuhnya.