Dorong Sertifikasi Perawat Internasional, Kementerian Sekretariat Negara RI Kunjungi PSIK UMY

Mei 31, 2016 oleh : BHP UMY

IMG_7334

Dalam rangka mendorong terciptanya perawat-perawat Indonesia yang tersertifikasi internasional, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia Sekretariat Wakil Presiden, melakukan kunjungan ke Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Selasa (31/5). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau UMY sebagai salah satu universitas yang berhasil mengirimkan lulusan perawatnya ke Timur Tengah dan Jepang.

Refly Badar selaku Kepala Bidang Kesehatan Kependudukan dan Keluarga Berencana, Asisten Deputi Pembangunan Sumber Daya, Kementerian Sekretariat Negara RI mengungkapkan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla memiliki program sertifikasi perawat berstandar internasional. Program tersebut menurutnya dimaksudkan agar program sertifikasi perawat internasional tidak harus dijalani di luar negeri. “Selama ini program sertifikasi perawat internasional harus dilakukan di negara yang memiliki lembaga sertifikasi internasional untuk perawat. Jadi bagi perawat Indonesia yang ingin memiliki sertifikat internasional dan ingin bekerja di luar negeri, masih harus mengambil sertifikat internasionalnya di negara lain,” jelasnya.

Refly juga mengungkapkan bahwa saat ini di dunia, hanya ada lima negara yang memiliki lembaga sertifikasi internasional untuk perawat, atau yang disebut dengan National Council Licensure Examination for Registered Nurses (NCLEX-RN). Kelima negara tersebut ialah Filipina, India, Hong Kong dan Taiwan, serta yang terbaru adalah negara Malaysia. “Perawat perlu mengambil sertifikasi internasional agar tidak hanya bisa bekerja di dalam negeri saja, namun juga bisa bekerja di luar negeri. Wakil Presiden juga ingin agar perawat Indonesia ini memiliki sertifikat internasional, agar diakui juga oleh dunia internasional. Namun selama ini perawat kita masih mengambil sertifikasi internasional di Filipina. Kenapa di Indonesia tidak diberlakukan seperti itu juga? Karena itulah Wapres ingin agar di Indonesia ini juga memiliki program sertifikasi internasional bagi perawat. Agar perawat-perawat Indonesia tidak perlu repot-repot lagi ke negara lain untuk melakukan sertifikasi,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan keinginan Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut, menurut Refly, pihaknya lantas mengadakan kunjungan kerja ke beberapa dinas-dinas kesehatan dan institusi-institusi kesehatan. “Untuk di daerah Yogyakarta ini, kami mengadakan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan UMY. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau lembaga-lembaga kesehatan agar program pemerintah ini bisa berjalan dengan baik,” imbuh Refly lagi.

Sri Sumaryani, M.Kept., Sp. Mat, selaku Kepala Jurusan Ilmu Keperawatan UMY pun menyambut baik kedatangan Kementerian Sekreriat Negara RI. Ia juga mendukung program sertifikasi internasional yang diusung oleh Wapres RI, karena menurutnya hal tersebut penting agar perawat-perawat Indonesia diakui internasional. “Wapres ingin agar perawat-perawat kita diakui internasional. UMY sendiri termasuk universitas yang paling banyak meluluskan perawat pada Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI). Dan UKNI inilah yang dapat mengukur lulusan perawat tersebut dapat bekerja di luar negeri atau tidak. UMY sendiri juga sudah tiap tahun lulusan perawatnya 90 persen juga lulus UKNI. Itulah yang membuat lulusan UMY banyak diserap di luar negeri,” jelasnya. Sri juga menambahkan bahwa tidak mudah untuk bisa lulus dari UKNI. Namun UMY bisa termasuk dalam universitas swasta yang paling banyak meluluskan perawatnya pada UKNI tersebut.

Sementara itu, Kepala Mini-Hospital UMY, Affandi mengatakan bahwa kunjungan tersebut adalah inisiasi dari Kementerian Sekretariat Negara RI. “Awalnya pihak kementerian bertanya kepada kami terkait ada tidaknya Sertifikasi Internasional untuk perawat di sini. Namun kami jawab tidak ada sertifikasi internasional untuk perawat, karena sertifikasi di tiap negara berbeda-beda. Lantas kami berdiskusi dan pihak kementerian tertarik untuk berkunjung ke Program Studi Ilmu Keperawatan di sini,” tutupnya. (bagas)