Big Data Solusi Terbaru Strategi Pemasaran

Juli 25, 2017 oleh : BHP UMY

Perkembangan teknologi secara global terus meningkat secara signifikan. Sumber data informasi semakin variatif, bukan hanya jenis sosial medianya, namun juga jumlah dan formatnya. Data tersebut dikenal dengan istilah Big Data yang sudah mulai dimanfaatkan oleh berbagai kalangan terutama perusahaan bisnis pemasaran demi memenuhi tujuan penjualan.

Hal ini disampaikan oleh Francisco Jose Lopez Cantos dalam One Day Workshop ”Visual Culture & Big Data Research,” pada Selasa (25/7) yang diadakan Program Studi Ilmu Komunikasi di Ruang Multimedia Prodi Ilmu Komunikasi Kampus Terpadu UMY. Acara tersebut bertujuan untuk memperdalam pemanfaatan Big Data yang dirasa belum optimal. Penggunaan big data saat ini lebih banyak digunakan oleh para pebisnis terutama perusahaan periklanan karena dengan teknologi ini maka seseorang bisa menyesuaikan iklan sesuai dengan karakter, kebiasaan dan minat konsumen secara personal. Padahal big data juga bisa digunakan oleh kalangan akademisi dan mahasiswa untuk melakukan penelitian bahkan bisa juga digunakan warga biasa yang melakukan industri rumahan.

Dosen Ilmu Komunikasi dari Universitat Jaume I of Castellon Spain ini juga mengungkapkan bahwa Big data memberikan peluang terhadap suatu bisnis. “Saat ini banyak perusahaan membutuhkan data-data tentang keadaan masyarakat sebagai alat untuk melakukan analisa dan mengetahui tentang karakteristik konsumen serta hal ini akan digunakan untuk menentukan target khalayak yang tepat. Perkembangan karakteristik itu sendiri bisa dilihat berdasarkan dari berbagai data yang dicari secara terus menerus dan secara perlahan akan mengarahkan kepada pendalaman karakteristik dari konsumen itu sendiri,” Ujar Francisco.

Francisco yang merupakan Profesor In Audiovisual Communication and Publicity juga menambahkan, untuk mencari big data, dapat diperoleh dengan mengambil data dari berbagai sumber platform media baik itu media luring maupun daring. “Kemudian itu untuk menentukan baik buruknya big data tergantung dari tujuan perusahaan dan manajemen yang mengelola perusahaan tersebut. Maka data perlu dikumpulkan untuk menjadi sebuah informasi dan diberikan kepada pihak yang membutuhkan. Akan tetapi, banyak perusahaan besar tidak bisa menganalisa informasi secara baik karena perusahaan tersebut telalu besar, jadi harus menggunakan berbagai data secara spesifik. Maka big data ini akan mempermudah manusia untuk mengelola data secara akurat dan data tersebut harus tetap diteliti dengan benar sehingga akan menjadi suatu informasi yang baik serta dapat diterima oleh pikiran manusia,” papar Francisco.

Kembali ditambahkan oleh Francisco, big data dapat bekerja secara online maupun offline baik itu diperoleh dari buku, koran, majalah, dll. “Hal yang perlu diperhatikan yaitu big data memiliki informasi yang beragam sehingga memungkinkan informasi tersebut bisa dimanipulasi oleh oknum tidak bertanggungjawab. Berbeda dengan masa sebelumnya informasi dapat lebih mudah diketahui dari sumbernya. Akan tetapi saat ini informasi berkembang secara cepat serta big data bisa diakses oleh siapa saja. Data yang diperoleh dari big data dapat digunakan secara spesifik kepada khalayak maupun general audience tergantung dari tujuan perusahaan tersebut. Namun sebenarnya, big data sendiri digunakan untuk lebih menekankan untuk mengetahui personalisasi individu sebagai data. Big data juga dapat digunakan oleh pemerintah sebagai alat untuk mengetahui pola perilaku masyarakat sehingga dapat dijadikan data untuk membuat kebijakan publik yang diharapkan sesuai dengan kondisi masyarakat,” tutup Francisco.

Sharing is caring!