Aikido Kalahkan Lawan Melalui Ketenangan

April 29, 2014 oleh : BHP UMY

Aikido UMY Kaliurang

Kebanyakan ilmu beladiri menekankan pada kekuatan dan bisa memukul atau menerjang lawan. Berbeda dengan Aikido yang justru tidak mementingkan serangan. Karena Aikido bertujuan untuk pertahanan dan kuncian pada orang yang menyerang. Inti dari Aikido adalah titik persendian, yaitu titik lemah dari pertahanan manusia.

Ketua Umum Yogyakarta Aikido Club (YAC) Sensei Edwi Arief S mengatakan, bukan hanya siapa yang terkuat yang akan menang. Tapi siapa yang tahu cara main dan mengambil kesempatan, dialah yang akan menjadi pemenang.

“Aikido tidak mengajarkan kita mencari lawan, tapi mengajrkan bertahan. Dalam Islam kita juga tidak boleh mengganggu, tapi kita jangan diganggu. Jika kita digangggu orang, setidaknya kita sudah tahu mana yang harus dibina dari persendiannya. jika tidak bisa dibina, boleh saja dibinasakan,” ungkapnya dalam acara makrab Aikido UMY di Kaliurang, Minggu (27/4/2014).

Aikido, kata Edwi, dahulunya merupakan beladiri bagi kaum priyayi Jepang. Sedangkan sekarang hampir seluruh lapisan masyarakat bisa menikmatinya. Beladiri Aikido diambil dari gaya para samurai dalam memainkan pedang.

“Melihat sejarah Kungfu Shaolin yang dibubarkan kerajaan Zeng di China, para Shaolin lari berpencar dan ada yang ke Jepang. Dari Jepang inilah dia memadukan antara kungfu dan samurai, hingga menjadi Aikido,” lanjutnya.

Dalam beladiri Aikido, yang diutamakan adalah pertahanan dan kuncian bukan serangan. Oleh sebab para praktisinya harus memiliki ketenangan, pertahanan dan kuncian tersebut sangat membantu dalam mencapai ketenangan.

“Kekuatan itu ketenangan, bukan serangan. Orang menyerang, kaki atau tangannya tinggal satu yang siap dan satunya pasti terbuka. Dari sana keseimbangan tidak ada, maka mudah dijatuhkan. Apalagi dengan teknik Aikido yang bermain di kuncian persendian,” lanjut Edwi.

Sedangkan Ketua Panitia, Carlita Syarifa mengatakan, makrab Aikido ini merupakan makrab yang pertama kalinya. Selain menjalin kekompakan kerjasama, juga mengenal bagaimana struktur organisasi Aikido, baik dojo UMY maupun  lokal dan Internasional.

“Kita bersyukur Aikido di UMY dijadikan sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Karena sangat sedikit kampus yang member izin Aikido sebagai UKM secara resmi,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diisi dengan perkenalan, tim building, sejarah dan struktur Aikido oleh YAC, api unggun,​ ghasuku (latihan bersama) dan berbagai games yang menarik. (syah)