Warga Kokoda Bangun Warung dan Kapal Penangkap Ikan Guna Tingkatkan Kualitas Ekonomi

September 23, 2019 oleh : BHP UMY

Program pengabdian dan pendampingan masyarakat yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LP3M UMY) kepada warga Kampung Wormon Kokoda, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Provinsi Papupa Barat bermula untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan. Tetapi program itu semakin berkembang bukan hanya soal pendidikan semata, melainkan juga pada sektor perekonomian. Melalui LP3M, UMY menyerahkan dana sejumlah lima belas juta Rupiah untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang mereka miliki pada Minggu (21/9) di Kampung Wormon Kokoda, Kabupaten Sorong.

“Warga Kokoda sudah mulai mengembangkan Bumdes yang dikelola secara mandiri dan itu bagus. Berarti itu sangat bagus, karena dari masyarakat untuk masyarakat. Tetapi kita juga harus berperan aktif untuk mendampingi dan memberikan bantuan dana operasional bagi dua usaha di sana. Yaitu toko sembako dan kapal penangkap ikan,” ujar Ketua Divisi Pengabdian dan Pelayanan LP3M UMY Dr. Adhianty Nurjanah, S.Sos.,M.Si.

Selanjutnya ia juga menuturkan bahwa perkembangan warga Kampung Wormon Kokoda dalam mengembangkan program yang telah diterima sangat mengesankan. Oleh karena itu Adhiyanti berharap kedepannya perekonomian warga setempat meningkat secara signifikan. “Pemberdayaan yang berhasil ialah program terus berjalan walaupun kita sudah tidak di tempat itu lagi. Selain itu hasil yang bagus juga diperoleh dari inisiatif dan kreatifitas warga dalam mengembangkan potensi yang ada. Hal inilah yang dilakukan oleh warga Kokoda,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (MPM PP) Muhammadiyah Dr. H. M. Nurul Yamin, M.Si memaparkan proses yang dilakukan untuk membantu warga Kokoda menjadi seperti sekarang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Awalnya Suku Kokoda merupakan komunitas nomaden yang selalu berpindah-pindah tempat dalam kurun waktu tertentu. Serta berburu sebagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Muhammadiyah memberikan tanah kepada warga Suku Kokoda untuk dijadikan tempat bermukim. Selain itu, kami juga mengajarkan cara becocok tanam yang dapat dikembangkan di tempat ini. Setelah itu kita juga membantu untuk meningkatkan kualitas SDM dengan menambah fasilitas pendidikan. Dan sekarang kami membantu mengembangkan ekonomi mereka dengan adanya warung kebutuhan pokok dan kapal penangkap ikan. Waktu yang ditempuh untuk menghasilkan ini semua tidaklah cepat, sejak tahun 2013 kami melakukan program ini dan terus berjalan secara bertahap,” katanya. Yamin meyakini bahwa program ini dapat membantu kemajuan penduduk secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Selanjutnya Kepala Desa Wormon Kokoda, Ari Syamsudin Namugur menjelaskan bahwa terdapat dua unit usaha yang dikelola oleh warga desanya. Pertama adalah warung sembako dan kebutuhan rumah tangga yang dikelola oleh lima orang warga kampung. Kedua, kapal bagang atau kapal penangkap ikan yang diberi nama “Saad bin Abi Waqash”. Usaha penangkapan ikan ini bekerja sama dengan nelayan setempat sebagai pemilik kapal.

“Kami sudah memiliki sebuah warung yang menjual kebutuhan warga kami dan berencana untuk mebuatnya juga di tempat lain. Sementara kapal yang kami kelola bersama dengan warga mampu menangkap sekitar satu ton ikan setiap harinya. Dengan dana yang diberikan dari UMY, kami akan berusaha untuk mengembangkan usha ini sehingga meningkatkan sektor ekonomi kami,” jelasnya.(ak)