Upaya Serius UMY Hadapi Pandemik COVID-19

Maret 31, 2020 oleh : BHP UMY

Penyebaran COVID-19 (Corona Virus Disease-19) di Indonesia menunjukkan angka yang semakin memprihatinkan setiap harinya. Keadaan tersebut telah berdampak pada sisi mobilitas manusia, yang sudah harus mulai dibatasi dengan adanya anjuran Social Distancing atau yang kini berubah menjadi Physical Distancing menurut World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia. Hal itu membuat pemerintah menutup sekolah, juga perguruan tinggi, yang menggantinya dengan pembelajaran online sebagai salah satu langkah preventif dalam menghentikan penyebaran pandemik virus COVID-19.

Tak terkecuali Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang sudah memulai perkuliahan online sejak 16 Maret 2020. Mahasiswa dapat mengaksesnya melalui platform MyKlass yaitu program E-Learning yang dikembangkan UMY. Perkuliahan online tentunya membutuhkan jaringan internet yang awalnya mungkin dapat membebani mereka yang tidak punya koneksi bagus, atau harus membeli kuota internet demi bisa tetap mengikuti program tersebut.

Maka dari itu, UMY memiliki inisiatif dengan memberikan subsidi kuota internet bagi mahasiswa aktif pada Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020. Penetapan subsidi tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto M.P. pada Sabtu 28 Maret 2020. “Nantinya subsidi sebagaimana yang dimaksudkan adalah sebesar Rp.150.000 per mahasiswa/bulan. Subsidi tersebut diberikan selama tiga bulan terhitung mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2020. Pemberian subsidi tersebut diwujudkan dalam bentuk pemotongan pembayaran SPP semester Gasal tahun akademik 2020/2021,” begitu ungkapnya.

Dengan adanya perkuliahan online yang dapat dilakukan di tempat tinggal masing-masing, terlebih masa berlaku program ini sampai akhir semester, menimbulkan arus mudik mahasiswa ke kota masing-masing yang juga tak terhindarkan. Tentu saja hal ini tidak mudah untuk dicegah, jika memang tidak ada himbauan serius seperti yang terjadi di Jakarta dimana banyak orang yang memilih pulang kampung. Padahal ini sangat berbahaya, dan tidak sangat dianjurkan untuk dilakukan karena dapat memperluas penyebaran virus COVID-19.

UMY sendiri akhirnya membuat himbauan kepada mahasiswa untuk mengisi survey tentang peta sebaran posisi, yang bertujuan agar pihak kampus dapat mudah memonitor keberadaan mahasiswa. “Sehubungan dengan Surat Edaran Wakil Rektor Bidang Akademik No. 503/A.2-VIII/III/2020, khususnya terkait dengan perkuliahan yang diselenggarakan secara online, maka kami perlu mengetahui peta sebaran posisi Anda para mahasiswa yang hebat, apapun Program Studi Anda, dan kondisi Anda saat ini, serta apakah Anda mengalami kesulitan akses jaringan internet atau tidak,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ir. Sukamta, S.T., M.T., IPM, Selasa (31/3).

UMY juga dalam hal ini ingin terus menjadi salah satu institusi yang mendukung langkah pemerintah dalam melawan pandemik COVID-19. Tagar #AmbilBagian menjadi kampanye yang digalakkan oleh kampus. Dan kemudian, adanya website covid-19.umy.ac.id menjadi bentuk serius kepedulian UMY kepada civitas akademika untuk bersama-sama melalui masa sulit ini.

Pada website tersebut terdapat beberapa program yang dapat menjadi rujukan dalam memerangi COVID-19. Juga diberikan layanan Hotline bagi civitas akdemika yang ingin tahu pelayanan atau apa saja upaya yang dilakukan UMY dalam menangani COVID-19. (Hbb)