UMY Kembali Terima Kunjungan dari STIH dan STIE Lamaddukkelleng

September 7, 2019 oleh : BHP UMY

Seiring dengan terus meningkatnya peringkat dan beberapa prestasi yang diraih beberapa waktu lalu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sedang disorot banyak kalangan khususnya dunia pendidikan. Pada kesempatan kali ini UMY kembali kedatangan tamu dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Lamaddukkelleng, Wajo, Sulawesi Selatan pada Jum’at, (6/9) di Ampitheater Gedung KH. Ibrahim E.7 Kampus Terpadu UMY.

Maksud dari kunjungan STIH dan STIE Lamaddukkelleng ke UMY adalah ingin mengetahui tentang apa saja yang telah UMY lakukan sehingga belakangan ini banyak prestasi yang diraih dan peringkatnya meningkat tajam. Dengan membawa 153 anggotanya yang terdiri dari 2 perguruan tinggi yaitu STIH dan STIE Lamaddukkelleng. Kedua sekolah tinggi tersebut ada di bawah yayasan yang sama yaitu Yayasan Pengembangan Sumberdaya Insani. Kemudian setelah sambutan dari UMY selesai kedua sekolah tinggi Lamaddukkelleng dibagi dua untuk mendengarkan penyampaian bidang ilmu yang berbeda.

Dekan Fakultas Hukum UMY Dr. Trisno Raharjo, S.H., M.Hum menyampaikan bahwa Fakultas Hukum mewajibkan mahasiswanya untuk menghadiri perkuliahan minimal 75% kehadiran jika ingin memenuhi standar penilaian yang baik. “Kami sangat mendukung mahasiswa untu tidak hanya aktif di perkuliahan tetapi juga aktif dalam kegiatan kampus seperti organisasi maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), karena kami akan memberikan poin yang akan terus diakumulasikan sebagai syarat persyaratan pendadaran. Standar minimal mahasiswa boleh melakukan pendadaran ketika sudah memiliki poin 200, jika belum mencapai standar minimal poin maka belum boleh pendadaran. Maka dari itu kami sangat menyarankan mahasiswa kami untuk aktif kegiatan di kampus untuk melatih kemampuan yang lain. Jika biasanya kegiatan kampus sangat berbenturan dengan perkuliahan, maka di UMY khususnya Fakultas Hukum sangat disarankan karena itu juga bagian dari pembelajaran di luar akademik,“ungkapnya.

Trisno juga menambahkan bahwa Fakultas Hukum mempunyai ruang sidang yang didesain dengan sangat menarik sesuai dengan sidang yang akan dijalankan. Sebagai contoh sidang hukum anak maka ruangannya didesain seperti taman bermain anak anak, ada gambar kartun dan lainnya. “Kedepannya di setiap ruang sidang akan kami pasang surat An-Nisa ayat 135 tentang keadilan penegakkan hukum yang berbunyi. “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan,” imbuh Trisno.

“Kami juga menerapkan sistem perkuliahan daring yaitu sistem perkuliahan online melalui e- learning. Jadi mahasiswa tidak perlu datang ke kampus untuk melakukan perkuliahan tetapi cukup lewat online saja dan bisa diakses dimana pun berdasarkan jam yang ditentukan oleh dosen, kapan kelas akan dimulai. Namun sistem ini tidak dilaksanakan sepenuhnya dari jumlah pertemuan yang ada. Mungkin sekitar seperempat dari jumlah pertemuan yang menggunakan sistem daring, karena untuk mata kuliah keagamaan seperi kemuhammadiyahan tidak bisa disampaikan lewat e-learning, harus melalui tatap muka langsung,“ tutupnya. (ads)