UMY Fokus Sektor Internasional di Tahun Ajaran Baru 2019/2020

Agustus 21, 2019 oleh : BHP UMY

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengadakan Rapat Kerja Tahunan (RKT) 2019-2020 dengan mengusung tema “Penguatan Dampak Akademik Berkualitas Untuk Memperkukuh Reputasi Internasional”, pada Selasa (20/08) di Ruang Sidang Gedung AR Fachruddin B Kampus Terpadu UMY.

Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. menyampaikan dalam sambutannya tentang dampak yang diukur terkait instrumen akreditasi perguruan tinggi dan prodi. “Jadi gampangnya kita itu ingin dampak yang seperti apa, kalau kita ingin dampak yang menggelegar kita harus memanfaatkan anggaran yang telah telah tersedia untuk membuat program yang bagus. Bukan malah sibuk membuat acara yang ramai sesaat saja lalu tidak menimbulkan dampak positif apapun untuk peningkatan kualitas UMY, “ paparnya.

Gunawan juga menambahkan tentang peringkat UMY yang meningkat pada akhir tahun ajaran ini yaitu 35 top PTN dan PTS, 1 Top PTM, dan 3 Top PTS under 50. “Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa buat kita semua. Hal ini diraih bukan karena peningkatan jumlah mahasiswa baru, tapi karena sertifikasi baik nasional maupun internasional yang belakangan ini UMY raih secara signifikan. Kita masih kalah dengan kampus tetangga kita yang sertifikasi internasionalnya sudah banyak, tahun ini kita targetkan ditambah 4 lagi.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Rektor UMY Bidang Kerjasama dan International, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc mengungkapkan bahwa kekurangan UMY adalah di bidang riset. “Untuk itu saya gencarkan pada tahun ajaran kedepan untuk setiap dosen wajib mempublikasikan jurnal minimal satu setiap tahunnya. Dengan dibangunnya gedung baru sebagai pusat riset juga diharapkan nantinya akan membantu mempermudah riset para dosen,” papar Nurmandi.

Guna mencapai beberapa target kedepan tersebut, maka pada tahun ajaran baru 2019/2020 kali ini UMY akan berfokus pada sektor internasionalisasi. “Seperti memperbanyak program studi khusus internasional, mendatangkan dosen dari luar negeri, meningkatkan kerjasama dengan lembaga pendidikan dari berbagai manca negara dan memberikan beasiswa S3 bagi dosen guna meningkatkan kualitas tenaga pendidik,“ pungkas Nurmandi lagi.