UKM Tari UMY Sabet Juara Tingkat Nasional

November 21, 2019 oleh : BHP UMY

Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian Tari Karawitan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UKM Sentakamudya UMY) berhasil membawa pulang trofi setelah berhasil menyabet peringkat ketiga di ajang Gebyar Festival Tari Universitas Brawijaya XXVII 8-9 November 2019. Kejuaraan tingkat nasional ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Manajer tim, Kurniawati Agung Sejati menjelaskan bahwa seluruh personil yang bermain pada kejuaraan ini berjumlah 19 orang. Mereka semua terbagi menjadi dua kelompok, para pemain musik karawitan sebanyak 10 orang dan untuk penari berjumlah 7 orang. Ia juga menyebutkan, UKM Sentakamudya UMY membawakan tari yang berjudul “Krida Asmara Tura” dari kisah cinta Roro Mendut.

“Kemaren kami berangkat dari sini membawa banyak sekali personil yang terbagi menjadi penari, pemain musik dan official. Kemudian di sana kami melakukan gladi resik dan penampilan di hari yang sama pada tanggal 9 November. Alhamdulillah kami berhasil mendapatkan peringkat 3 dengan membawakan cerita rakyat dari tokoh Roro Mendut,” ujarnya kepada Biro Humas dan Protokol (BHP UMY), Selasa (19/11) di UMY.

Guna mempersiapkan perlombaan ini, seluruh personil telah melakukan latihan selama sebulan penuh. Diawali dengan seleksi pemilihan pemain yang dilakukan oleh pelatih, kemudian pemain yang telah dipilih akan berlatih secara terpisah antara pemain musik. Lalu pada akhirnya seluruh pemain akan berlatih secara serentak.

Sebagai salah satu pemain musik, Kholik Al Amin A. Sidik menyebutkan terdapat sedikit kendala ketika bermain di Kota Malang. Ia menyebutkan bahwa terdapat perbedaan bahan baku dari alat musik yang biasa dimainkan di UMY dengan yang disediakan oleh panitia penyelenggara. Tetapi kendala itu dapat diatasi dengan cepat oleh semua pemain.

“Kemarin kami tidak banyak membawa alat musik untuk tampil karena panitia menyediakan. Tapi ternyata alat yang ada berbeda dengan yang biasa kami gunakan di kampus. Kalau di sini kami pakai yang berbahan besi, kalau di sana kuningan. Sehingga suara yang dikeluarkan juga berbeda, tapi itu bisa kami atasi dengan cepat dan semuanya lancar,” ujarnya.

Keberadaan UKM Sentakamudya di UMY menjadi salah satu cara untuk mempertahankan budaya Tanah Air di kalangan anak muda. Dengan kemajuan teknologi informasi, berbagai budaya asing dari belahan dunia mana pun dapat dengan mudah memengaruhi masyarakat Indonesia. (ak)