Teliti Pendidikan Anak Dari Keluarga Single Parent Menurut Perspektif Al Qur’an, Thoriq Raih Gelar Doktor

Juli 24, 2019 oleh : BHP UMY

Berdasarkan hasil temuan yang dirilis Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI pada tahun 2010 tercatat 285.184 kasus perceraian, angka itu menunjukkan angka perceraian tertinggi sejak lima tahun terakhir. Pada tahun 2015 kasus perceraian meningkat menjadi 344.237. Hal ini menjadi bahan disertasi dari Moh. Toriqul Chaer dalam sidang promosi doktor Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Gedung Kasman Singodimedjo kampus Terpadu UMY, Selasa (23/7/19).

Dalam disertasinya, Toriq membahas tentang ‘Pendidikan Anak Single Parent Perspektif Al Quran’. Sementara pendidikan anak dalam keluarga menjadi tugas dan tanggung jawab orangtua. Orangtua memiliki tanggung jawab menyediakan kebutuhan, baik biologis maupun psikologis bagi anak, serta merawat dan mendidiknya. Dengan ibu menjadi sosok yang memiliki peranan besar dalam pendidikan anak dalam keluarga, terlebih ibu harus berperan sebagai single parent atau orangtua tunggal.

“Ibu memiliki peran dominan dalam pendidikan karakter anak, dikarenakan ibu menjadi sosok yang lebih banyak menyertai anak-anaknya sejak lahir. Keberadaan dan pengaruh ibu terhadap anaknya dimulai sejak anak dalam kandungan. Berkaitan dengan tema kajian, penelitian ini menyusun dan mencari data berkaitan dengan pendidikan anak pada kisah ibu tunggal dalam Al Quran dan ditelaah dalam perspektif Psikologi Pendidikan Islam, Al Quran dan Tafsir al-Misbah menjadi sumber rujukan data primer,” papar Thoriq yang akhirnya menjadi lulusan ke-72 S3 PPI UMY.

Berkenaan dengan proses pembentukan sikap anak, Toriqul menjelaskan mengenai tafsir al-Misbah yang berpendapat bahwa pembentukan sikap, perilaku dan kepribadian, tidak hanya ditentukan oleh keluarga, tapi juga oleh bacaan dan lingkungan. Faktor lingkungan di sekolah dan masyarakat harus sejalan, atau setidaknya tidak bertentangan dengan apa yang dialami anak di lingkungan keluarga.

Lebih lanjut, pendidikan agama menjadi kunci mendasar terhadap pendidikan yang diperoleh oleh anak dalam pembentukan kepribadian. “Kunci pendidikan dalam rumah tangga sebenarnya terletak pada pendidikan agama dalam rumah tangga. Hal ini dikarenakan agama yang berperan penting dan memiliki andil besar dalam membentuk pandangan hidup seseorang,” imbuh Thoriq.

Jadi penanaman dan penguatan karakter pada pendidikan nilai-nilai religius, diajarkan sejak dini dan berkelanjutan oleh orangtua kepada anaknya, terlebih kepada mereka yang memang single parent. Nilai tersebut tak boleh dilupakan, karena keadaan single parent entah akibat meninggal atau perceraian menjadikan anak merasa kurang terpenuhi kebutuhan afeksinya. (Hbb)