Pustakawan dan Dosen Harus Mengenal SINTA, Scopus, dan Scimago

Agustus 8, 2020 oleh : BHP UMY

Publikasi jurnal, karya Ilmiah, dan hasil-hasil penelitian perlu dilakukan baik oleh Pustakawan maupun dosen yang memang memiliki karya dari penelitian yang dilakukan. Pemerintah Indonesia, dalam hal ini melalui Kemristekdikti memfasilitasi mereka yang ingin mempublikasi karyanya dengan membangun Science and Technology Index (SINTA). Mengingat pentingnya hal tersebut untuk dipahami lebih baik bagi dosen atau pustakawan, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan Seminar online melalui aplikasi Zoom yakni Serba-Serbi SINTA, Scopus, Scimago pada Jumat (7/8).

Dr. Purwani Istiana, SIP, M.A, pustakawan Universitas Gadjah Mada, sebagai pembicara dalam acara webinar ini memberikan penjelasan mengenai tata cara bagaimana membuat akun SINTA untuk mempublikasikan karya ilmiahnya. Dan juga pentingnya peran pustakawan dalam meningkatkan kinerja institusi.

“Ini sebagai pekerjaan rumah kita ya bagi Pustakawan khususnya UMY, untuk meningkatkan kinerja institusi, melalui jumlah karya ilmiah yang terbit di SINTA dan Scopus. Jadi menghitung berapa sih jumlah jurnal UMY yang sudah terakreditasi, dan bagaimana untuk meningkatkannya agar kinerja kampus semakin meningkat dan terlihat.” ungkapnya.

Di dalam akun SINTA, Purwani menjelaskan bahwa kita juga bisa melihat peringkat institusi secara Nasional terkait publikasi jurnalnya, dan mengetahui berapa jumlah jurnal terindeks Scopus per fakultas. Hal ini perlu diketahui agar jika ada sesuatu yang kurang bisa diingatkan, karena publikasi jurnal sifatnya kontinyu.

“Kita di sini bisa melihat publikasi jurnal terindeks Scopus dalam kurun tiga tahun terakhir. Kita bisa mengetahui jumlah publikasi jurnal itu baik per fakultas atau bahkan per Program Studi. Nanti kita bisa mengevaluasi, misalnya ada jurnal yang belum komplit kemudian kita bisa menghubungi orang terkait jurnalnya untuk dapat menyempurnakan jurnalnya agar dapat terverifikasi dengan baik,” imbuhnya.

Kemudian ada kinerja Jurnal berdasarkan akreditasi SINTA. “Seperti yang diketahui, akreditasi itu ada SINTA 1, 2, 3, 4, 5, 6. SINTA 1 merupakan SINTA yang memiliki poin tertinggi. Ketika jurnal bapak ibu semua memiliki nilai 85-100 maka masuk akreditasi SINTA 1, dan itu akan sangat berdampak pada institusi yang dibawanya,” pungkas Purwani. (Hbb)