Polemik Pendidikan Saat Pandemi, Pembelajaran Online Bisa Jadi New Normal?

Juni 1, 2020 oleh : BHP UMY

Sektor pendidikan menjadi salah satu yang terdampak serius dari adanya wabah pandemi Covid-19. Pembelajaran yang semula siswa hadir di dalam kelas diganti dengan pembalajaran dalam jaringan (Daring), yang menuntut pelaku pendidikan untuk beradaptasi dengan cepat dalam situasi seperti ini. Kuliah online menjadi makanan wajib peserta didik dan dosen untuk tetap melaksanakan pendidikan di tengah pandemi. Dunia pendidikan seperti diberi kejutan, semua aspek dalam mendukung sistem pembelajaran online pun gagap dan nampak kurang siap.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sudah memiliki fasilitas untuk menunjang pembelajaran online dengan penggunaan platform My Klass yang sudah dikembangkan sejak 2016. Namun pada praktiknya di situasi pandemi, terlihat kelebihan dan kekurangan yang dirasakan oleh penggunanya. Kemudian muncul pertanyaan bahwa seberapa efektif pembelajaran online yang dilakukan di UMY? Endro Dwi Hatmanto, S.Pd., M.A., Ph. D salah satu dosen Pendidikan Bahasa Inggris UMY mengatakan bahwa untuk mengukur tingkat efektivitas pembelajaran online dapat diketahui dengan melakukan survey langsung kepada si pengguna, dan hal itu sudah dilakukan oleh UMY dengan data lebih dari 50 persen mahasiswa merespon positif dengan kegiatan belajar online dan kurang dari 50 persen tidak puas.

“Walaupun begitu tetap saja ada keluhan dari mahasiswa, karena memang kita tiba-tiba saja diharuskan kuliah full daring, sebelumnya kita menggunakan 60 persen tatap muka dan 40 persen daring. Permasalahan yang diungkapkan oleh mahasiswa adalah beberapa dosen terlalu memberikan banyak tugas, yang kami telusuri ternyata mereka dosen yang belum pernah mengikuti hibah SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan UMY, ” ungkap Endro dihubungi melalui sambungan telepon.

Dengan adanya hal itu, ternyata permasalahan juga dirasakan oleh para dosen yang diwajibkan kreatif dan memahami betul cara kerja perkuliahan online. Padahal disampaikan Endro, bahwa fasilitas yang diberikan oleh UMY untuk melaksanakan kuliah online sudah sangat lengkap, tinggal bagaimana dosen tersebut memanfaatkannya.

“Dalam learning management system yang dipakai oleh UMY itu sebetulnya sudah sangat lengkap, dosen dapat mengunggah materi yang bervariasi seperti powerpoint presentation, memasukan link dari internet, dan juga memasukan video pembelajaran yang sudah dosen buat ke dalam Myklass. Tapi kami sudah terus mendesak jauh sebelum ada pandemik agar dosen memanfaatkan SPADA, idealnya 50 persen dosen sudah mengikutinya, jadi semoga dengan adanya situasi seperti ini dapat menyadarkan dosen tentang pentingnya mempelajari perkuliahan daring,” sambungnya.

Kerugian-kerugian yang terjadi akibat pandemi memang sangat banyak, dan sudah dirasakan di seluruh kalangan masyarakat. Kendati begitu, Endro mengungkapkan ada sisi yang bisa diambil sebagai pelajaran berharga khususnya di dunia pendidikan, yang bisa saja membuat kuliah online sebagai new normal setelah pandemi.

“Pandemi memberikan dampak yang begitu besar, tapi kita bisa melihat dari sisi positifnya. Seperti dosen kita kini sudah bisa dan mau mengajar online melalui platform seperti Microsoft Teams, Zoom, My Klass dan sebagainya, begitupun mahasiswa. Nantinya belajar online akan menjadi kebiasaan baru (New Normal) untuk diterapkan di Indonesia, dan UMY sudah siap dengan fasilitas yang dipunyai,” tutup Endro. (Hbb)