Pemetaan Peta Dakwah Membuat Target Program UMY Tepat Sasaran

Maret 16, 2020 oleh : BHP UMY

Guna menyalurkan aspirasi masyarakat kepada UMY, Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY dan Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMY mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penyerapan Aspirasi Masyarakat Tentang UMY” pada Sabtu, (14/03) di Ruang Sidang Fakultas Agama Islam Kampus Muda Mendunia UMY.

Ketua Peneliti Dr. Nawari Ismail, M.Ag menyampaikan bahwa untuk dapat melaksanakan program yang dijalankan UMY kedepan maka membutuhkan data yang valid tentang lingkungan masyarakat sekitar UMY agar program yang dijalankan dapat berjalan tepat sasaran dan maksimal. “Oleh karena itu, Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY menyusun tiga aspek penyusunan data yaitu pemetaan dakwah, pemetaan subjek dakwah, pencarian data tentang persepsi, dampak dan harapan masyarakat kepada UMY. Setelah mendapatkan semua data yang dibutuhkan dari masyarakat kemudian dilakukan rencana tindak lanjut terkait program yang akan dilaksanakan BPH untuk UMY sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat baik di bidang lingkungan hidup, kesehatan, keagamaan, budaya, ekonomi, maupun teknologi tepat guna,“ urainya.

Pada kesempatan yang sama Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah H. Nurul Satria Abdi, S.H., M.H menyampaikan bahwa PWM memiliki salah satu program pemetaan mengenai dakwah di wilayah DIY yang terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota bersinergi dengan amal usaha Muhammadiyah dan salah satunya adalah UMY. Maka kemudian sebagai wujud tanggung jawab itu PWM DIY melakukan satu penelitian yang bekerjasama dengan BPH dan LPPI UMY. “Harapannya dengan adanya peta dakwah itu kita memiliki data-data yang valid mengenai tantangan, hambatan dan gangguan dalam proses mewujudkan risalah islam yang mencerahkan, berkemajuan dan humanis. Dengan program-program yang dilaksanakan UMY nantinya melalui sasaran yang tepat akan menjadikan kita pribadi yang bijaksana sehingga dakwah kita bisa diterima oleh masyarakat luas. Kemudian pemerintah, masyarakat serta organisasi Islam akan rukun dan bisa merasakan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,“ ujarnya.

“Muhammadiyah merupakan gerakan Islam, dakwah dan tajdid dimana ketiga hal ini tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, dengan menggunakan penguatan ketiga aspek tersebut akan menjadikan peradaban umat Islam di Indonesia khususnya Yogyakarta akan menjadi rukun,“ tutup Perwakilan BPH Drs. H. Sahari.