MEK ‘Aisyiyah Gelar Workshop Nasional Ketahanan Pangan

September 23, 2019 oleh : BHP UMY

Badan Pembantu Pimpinan di Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah yang bertanggungjawab dalam mengembangkan, meningkatkan, dan memberdayakan ekonomi masyarakat baik melalui pengembangan wirausaha maupun pelatihan keterampilan dan jaringan usaha bidang Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) menyelenggarakan Workshop Nasional Ketahanan Pangan. Workshop ini bertemakan Gerakan Kemandirian Pangan untuk Kesejahteraan Bangsa, bertempat di Gedung AR. Fachrudin B kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Sabtu (21/09) hingga Ahad (22/09).

Program bidang Ekonomi dan Ketenagakerjaan memberikan perhatian mengenai bagaimana membangun kesadaran dan perilaku ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warga, umat, dan masyarakat. Workshop yang digelar selama dua hari tersebut diikuti lebih dari 200 peserta yang merupakan perwakilan dari 23 MEK Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah dan MEK Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-Indonesia.

Dr. Andriko Noto Susanto selaku keynote speaker dari Badan Ketahanan Pangan Republik Indonesia mengatakan bahwa Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan memiliki beberapa tujuan yang harus diterapkan. “Tujuan SDGs ada tiga yang harus diterapkan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, pertama menghentikan kelaparan, meningkatkan ketahanan pangan dan nutrisi, dan mempromosikan pertanian berkelanjutan,” ungkap Dr. Andriko yang juga merupakan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan.

“Kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat dan pemerintah untuk memanfaatkan pekarangan dan lingkungan kantor sebagai sumber pangan dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga memiliki tiga tujuan, yaitu untuk perbaikan gizi keluarga, peningkatan atau tambahan ekonomi keluarga, dan penyediaan bahan pangan,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan bahwa ada beberapa unsur yang seharusnya diperhatikan pada sistem pangan nasional. Yaitu adanya unsur ketersediaan, akses, dan konsumsi. Workshop nasional yang diselenggarakan ia harapkan dapat mendorong dan menggerakkan masyarakat melakukan berbagai upaya secara bersama-sama, untuk mendukung pembangunan pertanian dan kemandirian pangan nasional demi terwujudnya kedaulatan pangan nasional.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Keuangan dan Aset UMY Dr. Suryo Pratolo, M.Si., Ak.,CA.,AAP-A, menyampaikan pandangan UMY tentang ketahanan pangan sebagai suatu gejala. “UMY melihat tentang ketahanan pangan ini adalah sebagai suatu gejala. Gejala yang dimaksud adalah tentang ekonomi, untuk mengatasi ekonomi agar saling menguntungkan diperlukan suatu strategi,” jelasnya.

“UMY juga menemukan bahwa pada nyatanya permasalahan utamanya adalah ketahanan ekonomi dan kedaulatan ekonomi. Agar dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, UMY memiliki beberapa komponen, yaitu harus kuat di bidang akuntansi, bidang wirausaha, bidang tax planning atau perencanaan pajak, dan pada teknologi digital,” imbuh Suryo lagi. (CDL)