Mahasiswa UMY menjadi delegasi dalam Istanbul Youth Summit 2020

Februari 18, 2020 oleh : BHP UMY

Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan melanjutkan cita cita bangsa kedepannya. Jiwa kepemimpinan yang tangguh sangat dibutuhkan untuk menghasilkan generasi pemuda Indonesia yang unggul. Guna mewujudkan cita-cita mulia tersebut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengirimkan dua mahasiswanya Baiq Ulva Rahmawati (Hubungan Internasional 2017) dan Rahul Abdhi Mahgail (Teknik Elektro 2018) dalam Istanbul Youth Summit 2020 (IYS 2020) yang diselenggarakan pada tanggal 27-30 Januari 2020 di Bağlarbası Congress and Culture Center, Üsküdar, Istanbul, Turki.

Acara ini diselanggarakan oleh Youth Break the Boundaries (YBB) dengan mengusung tema “Preparing Youth Leader 2045: Breakthrough in Regeneration for Strategic Position in Government and Non-Government Organizations”. Tujuan diselengarakannya acara ini adalah untuk berbagi pengetahuan kepemimpinan antar bangsa dan dunia dengan kaum muda, dan kegiatan ini juga diikuti dengan pembuatan project bersama yang akan dilakukan setelah program ini selesai. Hal ini sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan generasi muda. Dihadiri oleh 200 peserta yang berasal dari beberapa negara di dunia yang terpilih menjadi delegasi, Istanbul Youth Summit 2020 berlangsung meriah.

Acara ini dihadiri oleh Enes Efendioglu (Penasihat Beasiswa Pemerintah Turki, Turkiye Burslari Sholarship) dan juga tokoh pembicara Yanuar Nugroho (Former Deputy Chief of Staff Executive Office of the President, Indonesia 2015-2019). Turut hadir juga K.H Asrorun Ni’am Sholeh (Deputi Pengembangan Kepemudaan Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia), Analisa Widyaningrum (Psychologist and CEO APDC Indonesia), Turah Parthayana (Diaspora di Rusia and Youth Influencer Youtuber), dan Hofyan Nazakki (Director of Youth Break the Boundaries Foundation). Para pemateri memberikan kisah inspiratif dan motivasi dalam pengembangan kepemudaan. Karena setiap perubahan pasti ada peran pemuda.

Dengan menggunakan tagline collaboration in diversity ratusan peserta delegasi datang dari berbagai macam negara dapat bersatu dan berkolaborasi untuk memperluas jaringan antar pemimpin muda di dunia. Para peserta IYS diminta untuk menampilkan budaya dari masing masing negara asalnya. “Kami beserta perwakilan mahasiswa Indonesia lainnya bersama menampilkan tari saman dengan dikombinasikan menggunakan Baju Bodo Adat Bugis-Makassar, “ujar Baiq Ulva Rahmawati, saat ditemui Senin (17/1).

“Proses seleksi yang dilakukan untuk dapat terlibat dalam IYS cukup ketat karena kami harus bersaing menyisihkan ribuan paper mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kami mengambil tema tentang gold generation 2045. Karena generasi yang harusnya dicetak pada tahun 2045 adalah generasi yang mempunyai mental kuat, kreatif, dan mau berkolaborasi dengan negara lain. Semakin maju negara yang diajak untuk berkolaborasi maka akan semakin banyak juga ilmu yang didapatkan dan bisa diterapkan di Indonesia, “imbuh Ulva.

Rahul Abdhi Mahgail menambahkan, lolosnya paper mereka menurut pihak penyelengara adalah karena sederhana tapi unik dan berbeda dengan yang lain. “Walaupun dengan tema yang sama, tapi kita harus pintar membingkai essay kita dengan sederhana namun sesuai fakta dan sesuai realita yang ada. Kebetulan kemaren temanya harus sama yaitu tentang Impian Gold Generation 2045. Paper yang kami buat juga sesuai dengan project yang akan kami lakukan sepulang dari IYS yaitu mengembangkan potensi yang ada di desa Pakem,“ ungkapnya.

“Ilmu yang sudah kami dapatkan dari IYS akan kami terapkan di Indonesia sebagai bentuk pengabdian kami kepada UMY dan masyarakat luas. Kami bersama Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Penelitian Mahasiswa (UKM KPM) akan menggali potensi masyarakat di daerah Pakem. Karena menurut kami daerah Pakem mempunyai potensi yang sangat besar dari mulai hasil kebun sampai pariwisatanya yang tidak diketahui masyarakat sekitar. Dari potensi tersebut akan kami kembangkan semaksimal mungkin agar menjadi nilai jual untuk masyarakat di daerah Pakem,“ tutup Rahul. (ads)