Mahasiswa UMY Harus Bisa Menggali Potensi Lewat UKM

September 25, 2019 oleh : BHP UMY

Manusia mempunyai fungsi dua bagian otak yaitu otak kanan dan otak kiri. Otak kiri biasanya dipakai untuk memikirkan hal yang bersifat hitungan maupun hal yang bersifat kognitif, sedangkan fungsi otak bagian kanan berfungsi untuk memikirkan hal yang bersifat kreatif di luar bidang akademik. Belajar bukan soal bidang akademik saja, melainkan bidang kreatifitas maupun bakat lainnya. Guna mewadahi kreatifitas dan bakat mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menyelenggarakan acara tahunan Student Fair sebagai ajang untuk mempromosikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan juga Lembaga Kemahasiswaan kepada mahasiswa baru.

Pada Student Fair 2019 kali ini mengusung tema “Menggali Potensi Diri Untuk Mengabdi Pada Negeri”. Ketua panitia Student Fair 2019, Muhammad Ghulam Arif ketika ditemui di sela-sela acara, Selasa (23/09) mengatakan, dengan diadakannya Student Fair tersebut diharapkan para mahasiswa baru UMY bisa belajar berorganisasi dan menggali potensi diri mereka. “Harapannya dengan mengikuti organisasi yang ada di UMY nantinya mereka bisa belajar menggali potensi diri untuk kemudian bisa menjadi sumbangsih negeri lewat prestasi yang mereka raih,” ujarnya.

Acara yang diselengarakan selama 2 hari 23-24 September ini membuka sekitar 40 stand organisasi yang ada di UMY. Dengan mengambil tempat acara di Lapangan bintang UMY, berhasil menyedot animo mahasiswa baru untuk datang ke acara ini. Pada hari kedua yakni malam puncak penutupan acara juga dimeriahkan oleh penampilan dari UKM dan band asal Jogja untuk memeriahkan acara. Serta di akhir acara dilakukan penyerahan hadiah lomba film layanan masyarakat UMY dan penghargaan untuk stand terkreatif.

Dalam sambutan Summit Night Student Fair 2019 Kepala Divisi Minat dan Bakat Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LPKA UMY) Rozikan, S.E.I., M.S.I menyampaikan bahwa stand dengan jumlah pengunjung terbanyak adalah LPTQ, dengan begitu menunjukkan bahwa mahasiswa baru tidak mau jauh-jauh dari al qur’an. “Belajar tidak harus selalu dengan dosen tetapi juga dengan pengalaman, dan pengalaman terbaik adalah dengan mengikuti organisasi kampus. Dari organisasi mahasiswa bisa belajar manajemen waktu, manajemen konflik, serta manajemen komunikasi. Oleh karena itu, harus seimbang antara ilmu akademik dan non akademik,” ungapnya.

Selain itu menurut Rozikan, LPKA UMY juga menargetkan setiap UKM yang ada di UMY untuk bisa mengikuti kompetisi tingkat internasional. “Untuk satu tahun ke depan kami (bagian kemahasiswaan UMY) akan menargetkan semua organisasi bisa mengikuti kompetisi ke luar negeri, agar membuat semangat mahasiswa. Jadi kalian harus berlomba-lomba dalam meraih prestasi,“ imbuhnya. (Ads)