Mahasiswa Pertanian UMY Gunakan Metode Sambung Susu Untuk Tanaman Tembakau

Juli 31, 2019 oleh : BHP UMY

Berdasarkan data WHO (World Health Organization) tahun 2011 sebanyak lima juta jiwa meninggal setiap tahunnya akibat mengonsumsi rokok. Hal itu tak bisa terus dibiarkan karena apabila berlanjut diperkirakan pada tahun 2020 sebanyak delapan juta jiwa akan meninggal dunia atau 70 persen diantaranya terjadi di negara berkembang (Depkes, 2009).

Kandungan nikotin pada daun tembakau yang digunakan sebagai bahan utama pembuat rokok dapat menyebabkan candu, dan penyakit berbahaya lainnya bagi pemakainya. Untuk menangani masalah tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bernama TEMBAK NENG VETI ini memberikan solusi alternatif tembakau tanpa nikotin berupa perbanyakan vegetatif sambung susu.

Tim yang beranggotakan; Nur Rokhim (Agroteknologi 2017), Fetty Nur Cahyati Wulandari (Agroteknologi 2017), dan Izaz Hadaya Amajid (Agroteknologi 2017) menyampaikan bahwa temuan mereka berguna untuk mengurangi dampak buruk dari konsusmsi rokok baik bagi penggunanya (perokok aktif) atau orang lain (perokok pasif).“Rokok masih menjadi ancaman yang serius dikalangan masyarakat yang tidak mengenal batasan usia, nikotin menjadi penyebab utama rasa candu bagi penggunanya hingga pada akhirnya rasa candu tersebut dapat memicu berbagai penyakit lain.” ujar Rokhim selaku ketua dari kelompok ditemui di (BHP) UMY, Rabu (31/7).

“Upaya pengendalian rokok sangatlah sulit untuk dilakukan sehingga salah satu alternatif yang dapat dilakukan guna mengurangi bahaya rokok yaitu dengan membuat tembakau tanpa nikotin,” imbuhnya.

Untuk proses pembuatannya, Rokhim menjelaskan nikotin pada tumbuhan tembakau disintesis di akar tanaman yang kemudian ditranspor menuju ke daun dan bagian tanaman lainnya. Jadi, untuk dapat membuat tembakau tanpa nikotin dapat dilakukan dengan menghentikan transpor nikotin ke bagian daun tembakau. Salah satu cara yang dapat dilakukannya yaitu dengan memutus pusat sintesis nikotin (akar) dan menggantikannya dengan akar tanaman yang tidak dapat mensintesis nikotin. Hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan perbanyakan vegetatif berupa metode sambung susu (approach grafting). Sehingga, dapat diperoleh tanaman tembakau tanpa nikotin melalui metode tersebut.

Menurut Fetty salah satu anggota kelompok, metode perbanyakan vegetatif sambung susu, memiliki peluang keberhasilan yang cukup tinggi dibandingkan dengan metode lainnya. Pasalnya ketika proses penyambungan kedua tanaman yang disambung masih mendapatkan suplai hara dari masing-masing tanaman, jadi kegagalan yang diakibatkan oleh kekurangan nutrisi pasca sambung dapat diminimalisir. Dan dengan adanya terobosan ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang sehat. “Semoga dengan adanya penelitian ini, dampak buruk dari rokok dapat diminimalisir sehingga akan tercipta masyarakat yang sehat.” Pungkasnya. (Hbb)