Mahasiswa KKN 132 UMY Bantu Warga Pringsari Manfaatkan Bambu Jadi Kerajinan

Februari 4, 2020 oleh : BHP UMY

Mahasiswa KKN 132 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakaan studi banding ke Desa Wisata Bambu Brajan, Sleman pada Minggu (19/1). Kegiatan Studi banding ini dilaksanakan dalam rangka untuk memberi pengetahuan kepada warga Dusun Pringsari, Desa Mraggen, Kecamatan Srumbung, Magelang agar dapat memanfaatkan bambu menjadi suatu kerajinan yang memiliki nilai jual dan juga sebagai bentuk peningkatan ekonomi warga dan mendukung tercapainya desa wisata.

Ketua KKN 132 UMY, M. Fawaidurrohman mengatakan bahwa tujuan adanya kegiatan ini dilatar belakangi banyaknya tumbuhan bambu di Dusun Pringsari yang belum diolah dengan baik. “Kami berharap dengan adanya studi banding ini dapat memberikan pengetahuan dan warga yang mengikuti kegiatannya dapat menyebarkan pengetahuan tersebut kepada warga lain di Dusun Pringsari,” jelasnya.

Selanjutnya, Fawaidurrohman juga menambahkan bahwa adanya kegiatan studi banding merupakan bentuk sosialisasi kesadaran mengenai desa wisata di daerah Dusun Pringsari,Magelang. ”Sosialisasi kesadaran mengenai desa wisata adalah kegiatan awal yang dilakukan dengan maksud untuk memberikan kesadaran bagi warga dusun pringsari mengenai pembentukan desa wisata dan bagaimana cara memaksimalkan potensi dusun atau desa untuk dijadikan sebagai objek wisata,” tambahnya.

Sulis, Pemilik salah satu industri kerajinan Bamboo di Desa Brajan menjelaskan bahwa dalam membuat kerajinan bambu membutuhkan modal bambu yang cukup banyak dan Dusun Pringsari memiliki potensi untuk menjadi desa kerajinan bambu dengan kuantitas bambu yang cukup banyak. “Dalam membuat kerajinan bambu ini, kami masih membeli bahan dasar bambunya dari daerah lain karena bambu di sini sudah tidak memadai lagi. Sedangkan di Pringsari kan sudah banyak bambu, jadi tidak perlu membeli dari daerah lain dan akan mengurangi biaya produksi. Ini potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk membuat kerajinan bambu seperti di Desa Brajan ini. Warga Pringsari pasti bisa,” papar pemateri studi banding.

Tidak hanya melakukan kegiatan studi banding, warga Dusun Pringsari juga diajarkan untuk membuat kerajinan bambu berbentuk keranjang buah mini. Selanjutnya kerajinan bambu yang telah selesai dibuat saat pelatihan bisa dibawa pulang oleh masing-masing warga Dusun Pringsari, agar bisa dikembangkan menjadi kerajinan bambu yang lainnya. Setelah kegiatan pembuatan kerajinan bambu dilanjutkan kegiatan workshop pemasaran yang merupakan tindak lanjut dari adanya pelatihan pembuatan kerajinan dari bambu. Dengan adannya workshop pemasaran ini diharapkan warga Dusun Pringsari dapat memasarkan kerajinan bambu secara luas baik skala nasional maupun internasional. (sofia)