Mahasiswa KKN 044 UMY Ajak Masyarakat Dusun Sibolong Hasilkan Kopi dari Biji Salak

Maret 7, 2020 oleh : BHP UMY

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 044 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan inovasi untuk mengolah biji salak yang tak dimanfaatkan oleh masyarakat Dusun Sibolong, Jatimulyo, Kulon Progo menjadi kopi biji salak yang memiliki nilai jual. Inovasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dusun Sibolong karena daerah tersebut merupakan daerah penghasil salak yang melimpah.

Hal ini juga disampaikan oleh ketua tim KKN 044 UMY, Muhammad Pasha saat melakukan workshop pemanfaatan biji salak pada hari Kamis (23/1). “Dusun Sibolong yang menjadi lokasi KKN kami sebenarnya memiliki potensi pemanfaatan salak agar menjadi barang yang memiliki nilai jual,” ungkap mahasiswa Teknik Sipil UMY ini.

Dr. Ir. Iswanto., S.T., M.Eng.,IPM, dosen pembimbing KKN 044 UMY juga menambahkan dengan adanya program KKN diharapkan dapat mengurangi limbah biji sampah sekaligus menjadikannya sebagai barang komoditas. “Sebenarnya dusun Sibolong ini sudah memanfaatkan salak menjadi komoditas dengan menjadikannya minuman sari salak, akan tetapi limbah biji salak ini tidak ikut dijadikan komoditas. Maka kami mencoba mengolah limbah ini menjadi barang yang memiliki nilai jual,” jelasnya.

Cara pengolahan biji salak ini terhitung tidak sulit, dimulai dengan mengumpulkan biji biji salak, kemudian di potong-potong menjadi seukuran kerikil. Selanjutnya potongan biji salak tersebut dicuci bersih lalu dijemur dibawah matahari selama 2 sampai 3 hari. Jika sudah kering lalu giling dengan alat penggiling yang biasanya dipakai untuk kopi. Lalu seduh dengan air hangat dengan menambahkan gula jika ingin mendapatkan rasa manis. (Sofia)