Lakukan Upaya Penanggulangan Longsor, KKN UMY Kembangkan Tanaman Kelor dan Indigofera

Februari 1, 2020 oleh : BHP UMY

Desa Pilangrejo merupakan salah satu daerah yang tercatat sebagai rawan longsor. Dalam berbagai berita disebutkan bahwa telah terjadi beberapa kali longsor dalam 10 tahun terakhir. Meskipun tidak banyak mengakibatkan korban jiwa, namun kejadian tersebut memberikan dampak secara ekonomi bagi masyarakat.

Berdasarkan latar belakang tersebut Universitas Mahasiswa Muhammadiyah (UMY) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Program Kemitraan Masyarakat mencoba melakukan upaya penanggulangan longsor dengan mengembangkan tanaman kelor dan indigofera di Desa Pilangrejo, khususnya di Dusun Kaligede dan Dusun Danyangan. Dosen Program Studi Agribisnis UMY, Oki Wijaya, S.P., M.P., yang sekaligus sebagai inisiator kegiatan ini menyampaikan bahwa tanaman kelor memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sedangkan Indigofera merupakan tanaman yang berfungsi sebagai alternatif pakan ternak.

“Sifat kedua tanaman ini juga dapat digunakan sebagai penahan longsor dan konservasi tanah. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi manfaat tanaman, pembagian bibit, perawatan tanaman, pengolahan hingga pemberian alat pencacah daun indigofera dan alat pembuat serbuk kelor,” paparnya saat dihubungi pada Kamis (30/1).

Oki kembali menambahkan bahwa pembangunan desa sejatinya harus meliputi 3 unsur, growth (pertumbuhan), equity (pemerataan) dan sustainibility (keberlanjutan). Jika ketiga unsur ini terpenuhi maka desa dapat merasakan dampaknya, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sekaligus dapat berfungsi menjaga kelestarian alam.

Untuk keberlanjutan kegiatan ini, Oki beserta timnya bekerjasama dengan Creavill, sebuah konsultan yang bergerak dalam bidang pengembangan desa. “Creavill ini nantinya akan membantu kegiatan UMY dalam mendampingi Desa Pilangrejo dengan model Sociopreneur. Salah satu upaya keberlanjutan kegiatan ini adalah dengan menjamin pasar dari produksi kedua tanaman tersebut. Karena jaminan pasar yang selalu menjadi alasan masyarakat untuk menanam suatu komoditas tertentu,” imbuh Oki lagi.

Sementara itu, Kepala Dusun Kaligede, Widodo menyampaikan bahwa, kegiatan KKN dan pengabdian masyarakat dari UMY kali ini berbeda dengan KKN biasanya. “Kegiatan KKN kali ini terstruktur dan masyarakat berharap kegiatan ini dapat menyelesaikan permasalahan desa, yaitu longsor dan kemiskinan,” ungkapnya.