KKN UMY Kenalkan Komposter Ember Tumpuk (KOMET) Pada Warga Bayuran Poncosari

Februari 3, 2020 oleh : BHP UMY

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kelompok 140 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KKN 140 UMY)  menggelar sosialiasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos menggunakan komposter ember tumpuk atau biasa disingkat dengan sebutan KOMET. Kegiatan tersebut dilakukan bersama warga Dukuh Bayuran Poncosari yang dilaksanakan pada hari Rabu (22/1) di Aula BPP kecamatan Srandakan,Bantul. Komposter Ember Tumpuk (KOMET) digunakan atas dasar makin terbatasnya lahan untuk mengolah sampah secara tradisional dan dibutuhkan kompos untuk nutrisi tanaman. Oleh karena itu, tujuan diadakannya sosialisasi ini untuk memberikan edukasi kepada warga agar dapat mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos.

Koordinator Kegaiatan Sosialisasi KOMET, Galang Rofiyantama menyampaikan bahwa sosialiasi ini dapat memberi pemahaman yang baik untuk masyarakat Dukuh Bayuran  agar dapat lebih bijak dalam mengolah sampah. “Tujuan acara ini untuk mengubah sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos. Serta besar harapan kami, bagi warga untuk memanfaatkan ulang sampah rumah tangga menjadi kompos dengan komposter ember tumpuk atau KOMET,” tuturnya.

KOMET sebagai alat pengolahan sampah organik yang dibuat Mahasiswa KKN 140 UMY, dibuat dengan tujuan untuk mengolah sampah organik dapur menjadi pupuk kompos sekaligus pupuk cair. Alat ini terbuat dari ember bekas, drum, tong sampah atau jerigen bekas berukuran besar. Bahan yang baik digunakan berasal dari plastik bukan logam agar tidak berkarat yang dimodifikasi.

Selanjutnya pemateri dalam kegiatan tersebut, Dwi Wantoro,ST.,MT menjelaskan tentang aplikasi berbasis online untuk menjual sampah non-organik yang sudah dikelompokan dan dipilah dengan baik kepada kolektor atau agen pengepul sampah.“Sampah yang dijual akan ditukar dengan uang dan akan mendapatkan poin untuk ditukar dengan berbagai hadiah menarik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” paparnya.

Selain itu, Mahasiswa KKN 140 UMY ini  juga memiliki program kerja sosialisasi pemanfaatan tanaman obat keluarga kepada ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Dukuh Bayuran Poncosari yang diisi oleh salah satu Dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, M. Fariez Kurniawan M.Farm,Apt dan juga mendirikan taman baca pertama yang didirikan oleh mahasiswa kelompok KKN UMY. (sofia)