KKN UMY Kembangkan Potensi Salak Pondoh Jadi Minuman Segar

Februari 6, 2020 oleh : BHP UMY

Dusun Candisari, Mranggen, Magelang memiliki potensi pertanian dan peternakan yang bisa dikatakan cukup besar untuk menggerakkan perekonomian warga setempat. Seperti cukup melimpahnya komoditi Salak Pondoh dan susu kambing perah Etawa. Melihat potensi yang cukup besar tersebut, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 092 pun mengadakan pelatihan pengelohan Salak Pondoh menjadi minuman segar bagi warga setempat, pada 20 Januari yang lalu.

Ketua tim KKN UMY 092, Akmal Rafi DMP menyampaikan, pelatihan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakay dusun Candisari. “Dusun Candisari yang menjadi lokasi KKN kami ini memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, khususnya pada bidang pertanian dan peternakan. Komoditi Salak Pondoh dan susu kambing perah Etawa di dusun ini cukup besar, yang sebenarnya jika dikelola dengan baik dapat meningkatkan perekonomian warga,” jelasnya saat dihubungi pada Rabu (5/2)/

Program KKN tersebut, menurut Akmal juga berkesinambungan dengan program yang diangkat oleh Dosen Pembimbing Lapangan mereka, Sutrisno, SP, MP beserta timnya, yakni program Desa Wisata Mranggen. “Program kami ini menjadi salah satu implementasi dari impian yang ingin dicapai oleh masyarakat desa Mranggen. Yakni menunjang program Desa Wisata Mranggen dengan mengadakan pelatihan pengolahan Salak menjadi minuman segar seperti Sari Buah Salak,” ujar mahasiswa Agribisnis UMY ini lagi.

Sementara itu, Kepala Dusun Candisari, Usup mengharapkan agar program yang diadakan oleh tim KKN UMY ini dapat berlanjut ke tahap berikutnya dengan mempromosikan produk minuman sari buah Salak tersebut. “Candisari dapat dikembangkan menjadi pusat makanan dan minuman. Karena lokasi dusun Candisari ini yang merupakan salah satu jalur utama wisatawan untuk naik ke Taman Nasional Gunung Merapi. Sehingga lokasi dusun Candisari ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai desa wisata,” ungkapnya.

Usup pun berharap dengan terwujudnya program Desa Wisata yang dilengkapi dengan sentra produk makanan dan minuman tersebut, para wisatawan dapat menikmati program desa wisata yang mereka tawarkan. Serta bisa membeli produk olahan yang diproduksi oleh warga Dusun Candisari.