HI UMY Adakan FGD Soal Kajian Uni Eropa Dalam Perspektif Hubungan Internasional

Agustus 24, 2019 oleh : BHP UMY

Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion dengan topik pembahasan mengenai ‘The Jean Monnet Module: European Union Internasional Relations Studies di Ruang Simulasi Sidang Hubungan Internasional E3 Lantai 1 Kampus Terpadu UMY, Jumat (23/8). The Jean Monnet Module merupakan program pengajaran Uni Eropa dalam perspektif Hubungan Internasional.

Adapun tujuan dari program tersebut adalah untuk mempromosikan pemahaman tentang sejarah integrasi EU, isu-isu sosial, politik, ekonomi, dan budaya EU, serta Hubungan Internasional. HI UMY menjadi salah satu dari tiga perwakilan Indonesia yakni Universitas Kristen Indonesia dan Universitas Airlangga, yang ditunjuk langsung oleh European Union untuk hibah Erasmus+ berupa The Jean Monnet Module.

Erasmus+ adalah program Uni Eropa dalam bidang pendidikan, olahraga, dan kepemudaan dalam rangka mempersiapkan perubahan sosial terutama pada agenda kebijakan pertumbuhan, lapangan pekerjaan, kesetaraan, dan inklusi sosial. Dalam program itu, EU mendorong untuk dilakukan kerjasama dan mobilitas dengan Partner Countries salah satunya UMY dengan pengadaan The Jean Monnet Module.

“Di Erasmus+ sebenarnya ada beberapa aktivitas, tapi kami masuk dalam program The Jean Monnet. Di Jean Monnet sendiri terdapat empat aktivitas seperti Academic Module, Chairs, Centre of Excellence, Policy debate with academic world, support to associations, dan grant to designated institutions organises study and conference. Kami hanya mampu melaksanakan program yang pertama atau pembuatan modul,” tutur Sugito, S.IP., M.Si dosen HI UMY di depan audiens yang hadir dari delegasi UII, UTY, dan Amikom.

HI UMY telah menerapkan kajian Uni Eropa sebagai mata kuliah wajib karena untuk menerapkan the Jean Monnet Module on European Union dalam perspektif Hubungan Internasional. “Minat mahasiswa UMY untuk mengkaji Uni Eropa sangat tinggi, mungkin menjadi yang terbanyak di Indonesia yakni 380 mahasiswa. Sekaligus meningkatkan minat institusi untuk mendapatkan hibah Erasmus+ dari EU. Menurut saya juga sangat bagus untuk dipelajari karena European Union merupakan lembaga paling sukses di dunia dari sisi ekonomi, politik dan sosial,” Imbuh Ali Muhammad, Ph.D yang juga merupakan dosen HI UMY. (Hbb)