Dosen Keperawatan UMY ikuti International Course on Laboratory Animal Science di Malaysia

September 7, 2019 oleh : BHP UMY

Dua orang dosen Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berkesempatan mengikuti International Course on Laboratory Animal Science, Malaysia 2019: FELASA Category B (MICLAS) yang diselenggarakan oleh International Islamic University Malaysia (IIUM) Molecular and Cellular Biology Research Cluster (iMoleC), IIUM. Program ini merupakan kolaborasi iMoleC dengan Federation of European Laboratory Animal Science Associations (FELASA) dan Laboratory Animal Ltd. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 19 hingga 30 Agustus 2019 dihadiri oleh lebih dari 25 peserta yang berasal dari Indonesia, India, Thailand dan Malaysia.

Nurvita Risdiana, Ns., M.Sc dan Syahruramdhani, Ns., MSN. Merupakan dosen yang mengikuti kegiatan tersebut. Nurvita menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu komitmen antara UMY dan IIUM dalam pengembangan riset berbasis animal model. Suatu kesempatan yang sangat terbuka bagi dosen UMY untuk dapat berkolaborasi dengan dosen maupun peneliti di pusat-pusat riset di sana. Sehingga diharapakan UMY mampu menghasilkan riset-riset yang unggul dengan skala internasional.

“Kegiatan ini merupakan salah satu langkah kami untuk meningkatkan kualitas riset dan mampu menghasilkan karya yang unggul dan bertaraf internasional,” ujar Nurvita saat dihubungi Biro Humas dan Protokol UMY, Sabtu (7/9).

Nurvita juga menjelaskan selama dua pekan berada di Negeri Jiran, mereka melakukan berbagai kegiatan mulai dari perkuliahan umum, presentasi kelompok, ujian dan praktik di laboratorium hewan. Selain peserta yang berasal dari berbagai negara, pembicara yang mengisi kegiatan juga didatangkan dari banyak negara. Materi dan praktik yang disajikan juga bervariasi antara lain introduction animal labaratory science, animal handling and restrain, genetic standardization, human endpoints, breeding laboratory animal dan euthanasia.

“Pembicara dalam kesempatan ini adalah profesor dan peneliti dari berbagai negara seperti Belanda, India, Thailand, Srilanka dan Malaysia,” pungkasnya. (ak)