Dosen Farmasi UMY Berikan Modul Penanganan Pertama Kecelakaan Pada Anak Sekolah

April 6, 2019 oleh : BHP UMY

Kecelakaan merupakan kejadian yang tidak terduga dan dapat terjadi kapanpun dan dimanapun, baik di rumah, perjalanan, tempat kerja, dan bahkan sekolah. Sekolah yang dipandang sebagian orang tua sebagai tempat yang aman, karena anak-anak dapat diawasi dengan mudah oleh guru, nyatanya tak mampu menjamin kecelakaan ringan maupun berat tak terjadi. Tak sedikit pula yang belum memiliki pemahaman penanganan pertama pada kecelakaan anak dari kalangan guru dan wali murid, sesuai prosedur yang baik.

Memahami fenomena itu, dosen Farmasi FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang terdiri dari empat orang yakni Apoteker Pipin, Tanti, Bimo dan Inge melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di TK ABA JANTURAN, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Kegiatan yang sesuai dengan visi UMY yaitu menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengembangan masyarakat secara professional ini, memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman tenaga pendidik, wali murid dan masyarakat tentang penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan anak di sekolah. Dengan pemberian modul BUSAPI (Buku Saku Pintar Penanganan Pertama Pada Kecelakaan Anak Sekolah).

“Di dalam modul BUSAPI mengandung isi 20 catatan penyakit yang kira-kira kalau terjadi kecelakaan, guru maupun wali murid dapat membantu penanganan pertama sebelum dirujuk ke dokter,” papar Apt. Pipin sebagai ketua tim pengabdian.

Dikatakan Apt. Pipin metode pelaksanaan kegiatan didahului dengan tahap perencanaan program, kemudian pelaksanaan program menggunakan metode sosialisasi, praktik dan pendampingan yang dilakukan pada 9 Februari 2019. Terdapat 63 siswa dan 25 guru serta wali murid, yang diberikan pre-test berupa tes tertulis dengan jumlah 15 pertanyaan.

“Dalam pre-test tersebut terdapat contoh soal seperti ‘Apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami demam? A. Dikompres dengan air dingin atau B. Dikompres dengan air hangat’ Jawaban yang tepat kan B, tapi hasilnya masih banyak yang salah dengan penanganan itu. Seusai pre-test, kami bagikan modul dengan memberikan pemahaman bagaimana cara penanganan yang baik, lalu diadakanlah post-test. Hasil dari post-test tersebut mengalami kenaikan dalam hal pemahaman mereka tentang penanganan pertama kecelakaan pada anak seperti luka, luka bakar, memar, gigitan serangga, menelan benda beracun,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, keempat dosen Farmasi UMY itu melanjutkan kegiatan berupa pengenalan lebih mengenai profesi apoteker yang selama ini belum banyak diketahui kepada murid TK ABA JANTURAN pada 20 Maret 2019. Praktik langsung kefarmasian dilakukan agar anak mengenal lebih dalam dan dekat dengan obat, sehingga momok tentang takut minum obat dapat berkurang. “Kami menayangkan video tentang kerja apoteker seperti apa, dan dengan praktik langsung melipat puyer serta membuat sirup vitamin c. Kebetulan alat yang kami sediakan steril, jadi anak-anak dapat meminum langsung sirup vitamin c yang mereka buat.” tutup Apt. Pipin. Modul BUSAPI ini menurut Apt. Pipin juga sedang dalam proses pengajuan hak cipta. (Hbb)