Ciptakan Usaha Untuk Membuat Lingkungan Jadi Lebih Baik

Oktober 30, 2019 oleh : BHP UMY

Memasuki era digital yang telah menyentuh segala aspek kehidupan manusia termasuk dunia bisnis, banyak bisnis digital yang muncul di tengah-tengah kita seperti salah satu contoh besarnya di Indonesia sekarang yaitu munculnya Gojek. Sepatutnya sebagai generasi muda, mahasiswa dituntut memiliki ide kreatif untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat di era digital ini, tidak hanya untuk dirinya sendiri melainkan masyarakat sekitar.

Sebagai instansi pendidikan yang peduli dengan masalah tersebut, Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan acara untuk meningkatkan softskill Sociopreneurship mahasiswa IP UMY angkatan 2017 bertempat di AMC Convention Hall Lantai 3, Rabu (30/10). Dalam acara ini, mahasiswa diajarkan bagaimana berbisnis tapi dengan berorientasi pada permasalahan masyarakat yang ada.

Karena menurut pengertian yang dijelaskan oleh narasumber dalam acara ini, Rosalina Omega, yang menuturkan bahwa Sociopreneurship merupakan sebuah bisnis yang berdasarkan misi sosial, tidak hanya untuk mencari keuntungan sebanyak mungkin (not money oriented). Jadi secara garis besarnya, Sociopreneurship dapat diartikan sebagai sebuah bisnis yang dijalankan untuk mengubah lingkungan sosial, dengan menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat.

“Sociopreneurship adalah bisnis yang dijalankan berdasarkan misi sosial. Ketika mahasiswa, saya sudah memikirkan bagaimana bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk lingkungan di sekitar saya. Untuk apa buang-buang waktu untuk sekolah kalau tidak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, untuk apa buang-buang uang jika kita tidak bisa berpengaruh untuk masyarakat sekitar. Jadi kalian harus memikirkan mulai sekarang apa manfaat yang bisa kalian berikan,” ujar Rosa, lulusan CBN Broadcasting School di depan mahasiswa IP UMY.

Rosa memberikan contoh bisnis yang berangkat dari masalah sosial, untuk membangkitkan gairah berbisnis mahasiswa IP UMY melalui Softskill Sociopreneurship. “Ada banyak sekali contoh Sociopreneurship, tapi yang akan saya sebutkan kali ini adalah bisnis yang menurut saya sangat luar biasa. Di luar negeri ada Tom Shoes, yakni sebuah bisnis yang diawali dari keprihatinan founder melihat keadaan anak-anak di Afrika yang berjalan tanpa alas kaki. Tom Shoes menjual produk sepatu mereka dengan keuntungan yang mereka sumbangkan untuk membuat sepatu kepada anak-anak Afrika. Kemudian di Indonesia ada Kitabisa.com yang digunakan untuk membantu orang. Mereka yang telah bergerak tidak hanya telah mengubah dunia, tetapi telah mengubah hidup mereka. Harus diingat uang tidak bisa membeli kebahagiaan,” sambungnya.

Sementara itu Sekretaris Prodi IP UMY Muhammad Eko Atmojo mengatakan softskill yang diajarkan dalam pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. “Kondisi saat ini ijazah tidak mutlak sepenuhnya penting, justru skill yang dibutuhkan saat ini. Jadi mahasiswa perlu mengembangkan skill salah satunya softskill Sociopreneurship, untuk memenuhi tuntutan era masa kini,” tutupnya. (Hbb)