Berdamai Dengan Penyakit, Tingkatkan Semangat Penderita Diabetes Untuk Mengurangi Resiko

Juli 22, 2019 oleh : BHP UMY

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) dari waktu kewaktu makin meningkat jumlah penderitanya. Jika tidak dikelola dengan benar penyakit ini dapat makin buruk dan menjadi pintu gerbang penyakit lain seperti gagal ginjal, kematian syaraf, kebutaan dan lain-lain hingga berakhir pada kematian. Oleh karena itu tim pengabdian dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) mengadakan serangkaian kegiatan pengabdian dalam bentuk penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan di Dusun Patukan, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman oleh Dra. Yoni Astuti,M.Kes., PhD. dan Dr.dr Orizati Hilman pada, Minggu (21/7).

Yoni menyampaikan pentingnya berdamai dengan diabetes dengan memperhatikan perilaku penyakit tersebut, sehingga tidak memberi kesempatan penyakit lebih parah. “Dengan serial kegiatan dari penggalian persepsi diabetes di masyarakat, penambahan pengetahuan tentang DM, serta pemeriksaan gula darah, pengukuran lemak tubuh dan lain-lain,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh penderita diabetes, keluarga penderita, tetangga penderita serta kader kesehatan. Diharapkan pengetahuan mengenai diabetes yang benar dapat diterima oleh masyarakat luas, sehingga mereka mampu merangkul penderita dengan cara melakukan hal-hal yang harus ditegakkan agar dapat berdamai dengan diabetes dan akhirnya beraktitas seperti orang pada umumnya.

Sementara itu, Oryzati menyampaikan pentingnya mengenal diabetes, hal ini berguna sebagai langkah pencegahan dan mengobati jika sudah terkena penyakit yang biasa disebut dengan Kencing Manis atau Penyakit Gula. “Menghadapi penyakit gula ada beberapa cara, diantaranya adalah rutin kontrol gula darah. Memperhatikan asupan makanan, hindari makanan tinggi gula dan karbohidrat. Lakukan aktifitas fisik yang terukur. Taat mengkonsumsi obat untuk menstabilkan gula darah. Hindari stress dan rokok. Jaga kesehatan dan keamanan kaki,” imbuh Dosen FKIK UMY tersebut.

Selain melakukan aktivitas fisik dan mengkonsumsi asupan yang bergizi, dukungan batin dari orang-orang terdekat juga sangat diperlukan. Berkumpul dengan banyak orang dengan mengikuti pengajian atau datang ke posyandu kesehatan. Hal ini penting untuk menghibdari stres dan untuk meningkatkan pengetahuan. Selain itu, iklhas dan bersyukur dengan semua yang terjadi harus dilakukan oleh penderita itu sendiri agar dapat berfikir dan optimis dalam menghadapi penyakit gula ini. (ak)