Bakti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk Desa Tli’u Nusa Tenggara Timur

Oktober 28, 2019 oleh : BHP UMY

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta merupakan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang konsisten memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta memberikan manfaat untuk kemajuan bangsa. Salah satu cara yang dilakukan seperti rutin melakukan pengabdian masyarakat atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah Terdepan, Tertinggal dan Terluar (3T). Salah satu lokasi KKN 3T ini juga berada di daerah Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Desa Tli’u. Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, yang sudah dilakukan sejak tahun 2014.

Melalui Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), UMY berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kupang melakukan program pengabdian masyarakat dengan memberikan bantuan stimulan berupa dana program pengembangan pengelolaan air berbasis masyarakat. “Desa Tli’u ini memang merupakan desa tandus di daerah pedalaman Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Desa ini juga memiliki komposisi penduduk muslim 20 persen, akan tetapi mampu hidup rukun dengan penganut agama lain. Maka dari itu, kami memberikan bantuan kepada mereka dengan memberikan dana program pembangunan instalasi air yang dibutuhkan oleh masyarakat desa Tli’u ini sejumlah 60 juta rupiah. Selain itu, UMY juga memberikan bantuan dana sebesar 10 juta rupiah untuk pengembangan UMKM Kelompok Perempuan Kreatif (KPK), serta 20 juta rupiah untuk bantuan peningkatan kapasitas guru dan sarana belajar Sekolah Muhammadiyah Tli’u,” jelas Dr. Adhianty Nurjanah,M.Si., Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat LP3M UMY.

Adhiyanti juga menegaskan bahwa program pengabdian masyarakat ini adalah bakti UMY untuk negeri khususnya di lokasi KKN 3T. “Harapannya melalui program pengabdian masyarakat ini masyarakat desa Tli’u mampu lebih berdaya mandiri dan berkemajuan baik secara ekonomi, pendidikan dan sosial,” imbuhnya.

Sementara itu, Dr. Agung Danarto, M.Ag., Sekretaris PP Muhammadiyah sekaligus Ketua BPH UMY mengatakan bahwa pengabdian di Desa Tli’u, NTT ini juga sebagai wujud nyata kontribusi Muhammadiyah melalui UMY untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. “Pengabdian ini merupakan wujud nyata Muhammadiyah berkontribusi untuk kemajuan bangsa melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Dan bukti bahwa UMY sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah bukan menara gading yang indah saja, tetapi memang keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat khususnya di bumi NTT tercinta,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian dan bantuan dari UMY ini juga disambut baik oleh Abdul Qadir Namela selaku tokoh adat dan tokoh agama, sekaligus perwakilan masyarakat Desa Tli’u. “Kami mengucapkan terima kasih kepada UMY karena program pengabdian UMY dapat membantu pengembangan kemajuan Desa Tli’u,” ungkapnya. (Sofia)