Aisyiyah Komitmen Majukan Peradaban Bangsa Melalui Pendidikan Usia Dini

November 19, 2019 oleh : BHP UMY

Berdasarkan sejarah, Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA), telah ada sejak 100 tahun yang lalu atau tepatnya berdiri pada tahun 1919. Pertama kali, TK ABA didirikan di kompleks Kauman atau Keraton Yogyakarta. Sejak saat itu peran Aisyiyah terutama dalam Pendidikan anak usia dini di tanah air sangat tinggi bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka di tahun 1945.

Karena seperti yang dikatakan oleh ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dra. Hj. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si., bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan harus diberikan mulai usia dini. Untuk itu, perjuangan Aisyiyah dalam memajukan pendidikan Indonesia sejak usia dini, hingga saat ini mereka terus berkiprah, menguatkan dan mengokohkan gerakannya untuk pendidikan anak-anak Indonesia dari anak usia dini sampai perguruan tinggi.

“Ada banyak masalah di dunia pendidikan sejak 1919, yang kita harus selesaikan. Melalui pendidikan anak usia dini kita harus bisa mengajarkan tidak hanya pengetahuan tetapi juga dengan keimanan. Yang diharapkan itu bisa diamalkan oleh anak-anak kita, dan menjadi amal sholeh mereka. Kita semua juga berharap anak-anak yang kita didik dengan ilmu dan keimanan bisa menjadi anak Qurrota A’yun (Penyejuk Jiwa), permata hati yang tidak semata-mata untuk orang tuanya tetapi permata untuk generasi penerus bagi kepentingan bangsa Indonesia,” ujarnya di depan ribuan undangan yang hadir dalam acara Resepsi Milad Muhammadiyah ke-107 dan peringatan 100 tahun TK ABA di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, pada Senin (18/11) malam.

Peran nyata yang telah diberikan Aisyiyah untuk pendidikan usia dini adalah dengan telah didirikan kurang lebih 20.000 TK ABA di seluruh pelosok Indonesia. “Dari Soe (NTT), dari daerah-daerah terpencil, dari daerah-daerah pegunungan yang ada di Indonesia. Kami terus memberikan harapan untuk anak-anak kita melalui pendidikan. Kami mohon doa dan dukungan, untuk saling bergandeng tangan dalam mendidik anak-anak Indonesia menjadi anak-anak yang berakal budi menjadi anak-anak yang akan berguna bagi agama dan bangsa,” jelas Siti Noordjannah, ketua PP Aisyiyah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang turut hadir dalam acara ini, Nadiem Makarim , B.A., M.B.A. juga menekankan bahwa banyak orang tidak memahami betapa pentingnya peran PAUD dalam pendidikan masyarakat terutama pendidikan karakter. “Padahal dari situlah masa-masa emas untuk membentuk pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia seharusnya dimulai. Indonesia tidak akan maju tanpa PAUD yang baik. Untuk itu dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa semoga kita semua bisa terus berkontribusi sebagai sebuah ekosistem yang memberikan kesempatan belajar dan kemerdekaan belajar yang lebih luas kepada generasi masa depan Indonesia. Saya berterima kasih karena Muhammadiyah dan Aisyiyah sudah mengambil peran itu jauh sejak sebelum Indonesia merdeka,” serunya.

Nadiem juga sangat mengapresiasi semangat Muhammadiyah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang ditanamkan KH. Ahmad Dahlan. Hal itu telah memberikan angin perubahan bagi bangsa Indonesia yang merdeka, maju dan mendidik. “Saya sangat mengapresiasi kepada warga Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam melakukan pembaharuan masyarakat, khususnya dengan penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik dengan adanya 20.000 PAUD. Banyak sekali yang berbicara tentang pendidikan karakter, dan saya terus berkomitmen untuk memajukan pendidikan Indonesia melalui pendidikan karakter, dengan tidak hanya diajarkan tapi harus juga dipercontohkan dan dikerjakan,” tutupnya. (Hbb)